Media Asuransi, JAKARTA – Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI Meylindawati menyatakan pertumbuhan total aset dan investasi di industri asuransi jiwa pada semester I/2026 menunjukkan kapasitas pengelolaan dana jangka panjang tetap terjaga.
Di tengah dinamika pasar keuangan, ia menambahkan, industri asuransi jiwa perlu menjaga keseimbangan antara optimalisasi hasil investasi, pengelolaan risiko, dan kesesuaian aset dan kewajiban.
“Dengan prinsip kehati-hatian dan diversifikasi, industri berupaya menjaga stabilitas portofolio dalam jangka panjang,” katanya, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 3 September 2026.
Dari sisi fundamental keuangan, industri asuransi jiwa menunjukkan pencapaian aset dan investasi. Total aset mencapai sekitar Rp645,08 triliun atau tumbuh 2,3 persen, sementara total investasi mencapai Rp564,42 triliun atau tumbuh 2,4 persen.
|Baca juga: Akhirnya Buka Suara, Ini Pesan Perry Warjiyo untuk Destry Damayanti Cs
|Baca juga: Ucap Sumpah Jabatan di MA, Destry Damayanti Resmi Jabat Gubernur Bank Indonesia
“Pertumbuhan tersebut menunjukkan kapasitas keuangan tetap terjaga dalam menjalankan kewajibannya kepada pemegang polis,” ujarnya.
Ia menambahkan Surat Berharga Negara (SBN) menjadi instrumen terbesar, dengan nilai sekitar Rp251,64 triliun atau 44 persen dari total investasi. Peningkatan penempatan pada SBN menunjukkan komitmen industri dalam menjaga stabilitas portofolio sekaligus berkontribusi terhadap pembiayaan pembangunan pemerintah.
“Di sisi lain, industri tetap mempertahankan diversifikasi melalui saham, reksa dana, sukuk korporasi, deposito, bangunan dan tanah, serta penyertaan langsung,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

