1
1

AAJI Catatkan Semester I 2026 Pendapatan Premi Asuransi Jiwa Capai Rp 94,75 Triliun

(ki- ka) Meylindawati, Ketua Bidang Keuangan, Permodalan, Investasi, dan Pajak AAJI ; Albertus Wiroyo, Ketua Dewan Pengurus AAJI ; dan Freddy Thamrin, Ketua Bidang Pengembangan dan Pelatihan SDM (Center of Excellence) AAJI dalam acara Konferensi Pers Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Semester I 2026. | Foto: AAJI

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)  melaporkan kinerja 56 perusahaan asuransi jiwa pada periode Januari–Juni 2026. Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan, pendapatan premi secara industri asuransi jiwa secara weighted relatif stabil sebesar Rp58,06 triliun, sementara unweighted meningkat 8,2 persen sebesar Rp94,75 triliun.

”Pertumbuhan premi turut tercermin pada berbagai jenis produk, dengan produk tradisional bertambah 6,9 persen menjadi Rp59,03 triliun dan sementara unitlink tumbuh 10,3 persen menjadi Rp35,73 triliun,” jelas Albertus Wiroyo dalam paparan  Kinerja Industri Asuransi Jiwa Periode Semester I 2026, Senin, 31 Agustus 2026.

Untuk pertumbuhan pendapatan premi weighted mencapai Rp58,06 triliun dan premi bisnis baru secara weighted tumbuh menjadi Rp21,06 triliun secara year-on-year. Pada periode ini, total klaim dan manfaat yang dibayarkan mencapai Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta orang penerima.

|Baca juga: AAJI Dukung Aturan Baru Asuransi Kesehatan untuk Tekan Kenaikan Biaya Medis

Peningkatan juga terlihat pada premi bisnis baru, secara weighted naik 11,5 persen mencapai Rp21,06 triliun dan unweighted tumbuh 20,5 persen menjadi Rp57,75 triliun. Premi bisnis baru tradisional naik 14,2 persen menjadi Rp37,97 triliun, sementara premi bisnis baru unit link lebih tinggi sebesar 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun.

Dari sisi tipe pembayaran juga tejadi pergeseran, premi tunggal menjadi salah satu faktor yang mendorong penguatan pendapatan premi dengan peningkatan 26,3 persen menjadi Rp40,76 triliun. Sementara itu, unit usaha konvensional masih mendominasi dengan pendapatan premi sebesar Rp85,18 triliun atau tumbuh 12,7 persen.

’’Perkembangan menunjukkan beragamnya pilihan solusi asuransi, baik yang berfokus pada perlindungan maupun yang mengombinasikan perlindungan dengan unsur investasi,’’ katanya.

|Baca juga: TADEA AAJI Dorong Generasi Muda Bangun Aset dan Siapkan Masa Depan Finansial Sejak Dini

Albertus menyampaikan, pencapaian kinerja semester I 2026 menunjukkan industri asuransi jiwa memiliki fundamental yang kuat untuk terus menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga Indonesia. Di tengah dinamika ekonomi hingga pasar keuangan, kami melihat kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan tetap terjaga dan industri terus memperluas jangkauan perlindungan asuransi jiwa.”

Sejalan dengan kinerja premi, jumlah polis industri asuransi jiwa mencapai 22,44 juta unit atau tumbuh 7,7 persen. Kenaikan terjadi baik pada polis perorangan maupun kumpulan, dengan masing-masing mencapai sekitar 22,06 juta unit dan 384 ribu unit. Sedangkan, total uang pertanggungan mencapai Rp8,02 ribu triliun atau tumbuh 10,1 persen, dan ditopang oleh segmen kumpulan yang menguat 17,9% menjadi Rp5,44 ribu triliun.

Editor  Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Diduga Jalankan Praktik Ilegal Investasi Aset Kripto, Satgas PASTI Stop Aktivitas YWWSDC dan RTHAE

Member Login

or