1
1

Allianz Global Insurance Report 2026: Pusat Pertumbuhan Industri Asuransi Global Bergeser ke Asia

Iliustrasi. | Foto: Allianz Global

Media Asuransi, JAKARTA –Hasil survei Allianz Global Insurance Report 2026 menyebutkan bahwa peta industri asuransi global diperkirakan akan terus bergeser ke arah timur secara bertahap.

Pusat pertumbuhan industri asuransi global diperkirakan akan semakin bergeser ke kawasan Asia dalam satu dekade mendatang. Allianz Global Insurance Report 2026 memproyeksikan India dan Tiongkok akan terus meningkatkan pangsa pasar global hingga 2036, sementara Amerika Utara tetap menjadi pasar terbesar dan Eropa Barat diperkirakan mengalami penurunan kontribusi terhadap industri asuransi dunia.

|Baca juga: Allianz Global Insurance Report 2026: Pasar Asuransi Indonesia Melonjak 11%

Amerika Utara diproyeksikan tetap mempertahankan pangsa pasar global sekitar 46 persen hingga 2036, hanya akan mengalami sedikit penurunan dalam satu dekade ke depan (-0,5 poin persentase). Sebaliknya, India dan Tiongkok diperkirakan akan terus menjadi semakin relevan, dengan keduanya secara bersama-sama menambah hampir 4 poin persentase pangsa pasar global. Eropa Barat diperkirakan akan terus kehilangan bobot relatifnya.

Namun, masih ada secercah harapan bagi Benua Lama (Old Continent): meskipun dalam satu dekade terakhir kawasan ini kehilangan 5,3 poin persentase pangsa pasar, dalam satu dekade mendatang penurunannya diperkirakan “hanya” sekitar 4 poin persentase.

|Baca juga: Allianz Global Investors  Jalin Kemitraan dengan Talanx Ekspansi Jaringan Listrik Amprion di Jerman

“Fragmentasi geopolitik membalik banyak asumsi yang selama beberapa dekade telah membentuk perekonomian global,” ujar Chief Economist dan Chief Investment Officer Allianz Ludovic Subran, dikutip dari keterangannya, Minggu, 5 Juli 2026.

Menurutnya, seiring perdagangan, arus modal, dan regulasi yang semakin terfragmentasi, ketahanan kini menggantikan efisiensi sebagai prinsip utama dalam pengambilan keputusan. Pergeseran ini membuat lingkungan operasional menjadi semakin kompleks dan mahal, sehingga upaya untuk mendorong keterjangkauan menjadi semakin mendesak.

‘’Yang dipertaruhkan bukan hal kecil, melainkan peran strategis asuransi: tidak hanya sebagai mekanisme transfer risiko, tetapi juga sebagai pendorong penting bagi investasi, inovasi, dan kepercayaan ekonomi,” tegasnya.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Global Insurance Report 2026: Pasar Asuransi Indonesia Melonjak 11%

Member Login

or