1
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇨🇳 中文 (简体)
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇹🇭 ภาษาไทย
🇻🇳 Tiếng Việt
1

Membandingkan Market Share Aset dan Laba

Pemimpin Redaksi Media Asuransi, S. Edi Santosa. | Foto: Media Asuransi

Apakah kemampuan perusahaan asuransi menghasilkan laba, berkaitan dengan skala sebuah perusahaan. Bisa iya, namun bisa juga tidak. Karena kemampuan menghasilkan laba bagi sebuah perusahaan, terkait dengan beberapa faktor.

Jadi penentu besar kecilnya laba, bukan hanya skala bisnis dari sebuah perusahaan, yang dalam hal ini biasanya menggunakan nilai aset atau nilai ekuitas, sehingga menghasilkan ukuran rasio berupa return on asset (roa) dan return on equity (roe).

Namun, kajian terbaru Lembaga Riset Media Asuransi (LRMA) menunjukkan bahwa perusahaan-perusahaan dalam kelompok beraset besar cenderung menghasilkan laba lebih besar dibandingkan dengan perusahaan dalam kelompok yang beraset kecil.

Dalam kajian ini, LRMA membuat tiga kelompok di asuransi jiwa yakni (1) perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp20 triliun, (2) perusahaan asuransi jiwa dengan aset Rp2 triliun-Rp10 triliun, dan (3) perusahaan asuransi jiwa dengan aset di bawah Rp2 triliun.

Sedangkan untuk asuransi umum, LRMA membaginya dalam tiga kelompok, yakni (1) perusahaan asuransi umum dengan aset di atas Rp5 triliun, (2) perusahaan asuransi umum dengan aset Rp1 triliun-Rp5 triliun, dan (3) perusahaan asuransi umum dengan aset di bawah Rp1 triliun.

Kajian dilakukan LRMA atas laporan keuangan (publikasi) per Desember 2025. Catatannya adalah, sampai artikel ini diterbitkan masih cukup banyak publikasi laporan keuangan yang belum didapatkan LRMA. Kajian ini dilakukan atas 43 perusahaan asuransi jiwa konvensional dan 60 perusahaan asuransi umum konvensional. Namun demikian, diyakini bahwa hasil kajian telah dapat mewakili populasi perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi umum yang beroperasi di Indonesia.

Untuk asuransi jiwa (kinerja 2025), hasilnya antara lain adalah: perusahaan asuransi jiwa dengan aset di atas Rp20 triliun, memiliki total nilai aset sebesar Rp536,59 triliun dengan market share mencapai 86,67 persen. Laba bersih sesudah pajak di kelompok ini, nilainya Rp13,32 triliun dengan market share sebesar 84,44 persen.

Di kelompok perusahaan asuransi jiwa dengan aset Rp2 triliun-Rp10 triliun, total nilai asetnya sebesar Rp75,27 triliun, dengan market share 12,16 persen. Laba bersih di kelompok ini sebesar Rp731,97 miliar, dengan market share 5,19 persen.

Sedangkan pada kelompok perusahaan asuransi jiwa dengan aset di bawah Rp2 triliun, total nilai asetnya sebesar Rp7,28 triliun dengan market share 1,18 persen. Laba bersih kelompok ini tercatat sebesar Rp39,08 miliar, dengan market share 0,28 persen.

Berdasar data market share aset dibandingkan laba bersih di atas, terlihat bahwa perbandingan market share aset dan laba di kelompok yang besar, ternyata tidak terlalu signifikan selisihnya. Di kelompok terbesar, market share aset 86,67 persen dan market share labanya 84,44 persen.

Namun di kelompok asuransi jiwa terkecil, perbandingan market share aset dan market share laba, menjadi cukup jauh. Yakni 1,18 persen market share aset dan 0,28 persen market share laba.

Sementara itu pada kelompok perusahaan asuransi umum dengan aset di atas Rp5 triliun, nilai total asetnya di tahun 2025 sebesar Rp117,37 triliun, dengan market share mencapai 59,60 persen. Laba bersih kelompok ini Rp5,39 triliun, dengan market share sebesar 59,56 persen.

Pada kelompok perusahaan asuransi umum dengan aset Rp1 triliun-Rp5 triliun, nilai asetnya sebesar Rp64,17 triliun dengan market share 32,59 persen. Laba bersih kelompok ini Rp4,07 triliun dengan market share 33,91 persen. Sedangkan untuk kelompok perusahaan asuransi umum dengan aset di bawah Rp1 triliun, nilai total asetnya sebesar Rp15,38 triliun dengan market share 7,81 persen. Nilai laba bersih kelompok ini tercatat sebesar Rp591,23 miliar, dengan market share 6,53 persen.

Pada industri asuransi umum, kondisinya juga serupa, saat LRMA membuat perbandingan market share aset dan laba pada kelompok terbesar dan terkecil. Pada kelompok asuransi umum terbesar, market share asetnya tercatat sebesar 59,60 persen. Sedangkan market share laba bersih kelompok ini sebesar 59,56 persen. Jadi nyaris sama.

Sementara itu untuk kelompok yang terkecil market share asetnya sebesar 7,81 persen dan market share laba 6,53 persen. Terlihat bahwa market share laba lebih rendah dibandingkan market share aset, berbeda dengan kelompok terbesar.

Dari hasil kajian LRMA ini, dapat diperkirakan bahwa perusahaan-perusahaan asuransi di kelompok paling kecil, baik asuransi jiwa maupun asuransi umum, akan memiliki keterbatasan memperbesar ekuitasnya melalui penempatan laba ditahan. Padahal pertumbuhan ekuitas dari laba ditahan ini, menjadi salah satu yang diharapkan, pada saat pemegang saham kesulitan menambah setoran modalnya.

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Mencari Jalan Keluar Persoalan Asuransi Kesehatan
Next Post Etiqa Insurance Singapore Tunjuk Claudia Soh Jadi CEO Baru

Member Login

or