Media Asuransi, JAKARTA –Berdasarkan Allianz Global Insurance Report 2026, pasar asuransi Indonesia tumbuh 11 persen dengan total pendapatan premi mencapai EUR15,8 miliar, mencerminkan semakin besarnya kebutuhan masyarakat terhadap solusi perlindungan finansial.
Perkembangan ini mencerminkan terus relevannya asuransi sebagai instrumen penting dalam membantu individu, keluarga, dan pelaku usaha memperkuat ketahanan finansial dalam menghadapi berbagai risiko yang terus berkembang.
|Baca juga: Allianz Research: Permintaan Asuransi Kesehatan Melonjak di Tengah Kenaikan Biaya Medis
Country Manager & Direktur Utama Allianz Life Indonesia Alexander Grenz, menyampaikan, Pertumbuhan industri asuransi Indonesia yang terus berlanjut mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan, baik untuk jiwa, kesehatan, maupun aset.
|Baca juga: Allianz Kini Jadi Raja AI di Industri Perasuransian Global
‘’Dengan tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, Indonesia memiliki ruang pertumbuhan yang signifikan untuk memperluas akses proteksi bagi lebih banyak masyarakat. Seiring dengan terus meningkatnya biaya layanan kesehatan, menjaga premi asuransi kesehatan agar tetap berkelanjutan dan terjangkau menjadi semakin penting untuk memastikan akses jangka panjang terhadap perlindungan yang berkualitas. Melalui pendekatan ONE Allianz, Allianz Indonesia tetap berkomitmen untuk menyediakan solusi perlindungan yang relevan, mudah diakses, dan berkelanjutan guna mendukung ketahanan finansial masyarakat Indonesia,” ujar Alexander Grenz, dalam keterangannya, Sabtu, 4 Juli 2026.
Untuk Indonesia, tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, yaitu sebesar 1,3 persen terhadap PDB, menunjukkan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi. Oleh karena itu, pertumbuhan tahunan secara keseluruhan diperkirakan mencapai +8,2 persen, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan PDB nominal sebesar 7,6 persen.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

