1
1

Allianz Research Sebut Potensi Pasar Asuransi Indonesia Masih Sangat Besar

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Research dalam laporan terbaru Global Insurance Report yang menganalisis perkembangan pasar asuransi di seluruh dunia menyatakan secara keseluruhan pasar asuransi global diperkirakan tumbuh 5,3 persen per tahun dalam 10 tahun ke depan, sedikit di atas pertumbuhan ekonomi global.

Untuk Indonesia, Chief Economist dan Chief Investment Officer Allianz Ludovic Subran menjelaskan, tingkat penetrasi asuransi yang masih relatif rendah, yaitu sebesar 1,3 persen terhadap PDB menunjukkan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi.

“Oleh karena itu, pertumbuhan tahunan secara keseluruhan diperkirakan mencapai 8,2 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan PDB nominal sebesar 7,6 persen,” katanya, dikutip dari laporannya, Minggu, 5 Juli 2026.

Untuk asuransi kerugian, pertumbuhan global diperkirakan mencapai 4,7 persen hingga 2036 dengan pertumbuhan asuransi kerugian di Indonesia bertumbuh sebesar 7,3 persen. Segmen ini diperkirakan mencatatkan tingkat pertumbuhan solid di hampir seluruh pasar, seiring meningkatnya kebutuhan akan perlindungan secara global.

|Baca juga: Allianz Research: Permintaan Asuransi Kesehatan Melonjak di Tengah Kenaikan Biaya Medis

|Baca juga: Allianz Sebut Fragmentasi Berpotensi Jadi Cuan Baru bagi Industri Asuransi

“Allianz Research juga tetap optimistis terhadap prospek asuransi jiwa, yang diperkirakan tumbuh 4,9 persen per tahun, didukung oleh tingkat suku bunga yang lebih tinggi dengan Indonesia 7,9 persen,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan, Asia secara luas tetap menjadi mesin pertumbuhan, didorong oleh kebutuhan masyarakat akan perencanaan proteksi secara mandiri di tengah percepatan perubahan demografis.

“Sementara itu, segmen terkecil yaitu asuransi kesehatan diproyeksikan menjadi segmen paling dinamis dengan pertumbuhan tahunan sebesar 6,7 persen dengan Indonesia tumbuh 12,9 persen. Secara khusus, Asia masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar untuk mengejar ketertinggalan,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sudah Tahu Apa Itu Rider Critical Illness? Kalau Belum Wajib Baca Informasi Berikut!
Next Post Allianz: Menjaga Keterjangkauan Premi Penting untuk Perlindungan Jangka Panjang

Member Login

or