1
1

Fitch Afirmasi Peringkat Hanwha Life Insurance A Outlook Stabil

Kantor pusat Hanwa Life. | Foto: hanwalife.co.id

Media Asuransi, GLOBAL – Fitch Ratings telah mengafirmasi Peringkat Insurer Financial Strength (IFS) Hanwha Life Insurance Co., Ltd. (HWL) yang berbasis di Korea Selatan di ‘A’ dan Peringkat Issuer Default Jangka Panjang (IDR) di ‘A-‘. Outlooknya Stabil.

“Afirmasi peringkat mencerminkan kekuatan permodalan HWL yang ‘Kuat’, pertumbuhan bisnis baru yang berkualitas, profil perusahaan yang ‘Menguntungkan’ dan manajemen aset-liabilitas (ALM) yang aktif,” tulis Fitch dalam keterangan resmi yang dikutip, Selasa, 13 Februari 2024.

Fitch memandang kekuatan permodalan HWL sebagai ‘Kuat’, meskipun penerapan rezim permodalan yang lebih ketat, Korean Insurance Capital Standard (K-ICS), pada tahun 2023. Rasio permodalan HWL, yang diukur dengan K- ICS, mencapai 184,3% pada 3Q23, jauh di atas standar minimum 100%. Perusahaan asuransi tidak mengajukan tindakan transisi untuk penerapan rezim modal K-ICS.

|Baca juga: Hanwa Life Perkenalkan Hanwha Financial Planner dan Hanwha Health Protection

“Kami memperkirakan skor modal HWL, yang diukur dengan Fitch Prism Model, akan berada pada tingkat yang jauh di atas kategori ‘Kuat’ pada akhir-3Q23 ketika aset dan liabilitas dinilai berdasarkan basis ekonomi berdasarkan standar IFRS 17 dan IFRS 9,” jelas Fitch.

Leverage keuangan konsolidasi perusahaan juga akan menurun pada tahun 2023 jika margin layanan kontraktual (CSM) setelah pajak dimasukkan sebagai bagian dari modal ekuitas, dari sekitar 42% pada akhir tahun 2022 berdasarkan standar akuntansi awal.

HWL melaporkan pertumbuhan yang kuat dalam bisnis CSM baru pada tahun 2023, karena kebijakan jenis perlindungan tetap menjadi fokus produk utamanya. CSM bisnis baru meningkat sebesar 48,6% pada 9M23 menjadi KRW1,86 triliun, sementara total margin CSM bisnis baru – CSM baru terhadap bisnis baru yang setara dengan premi tahunan – dipertahankan pada angka 72,4% pada 9M23 (2022: 75,1%).

Laba bersih HWL pada 9M23 berjumlah KRW578 miliar. “Kami yakin volatilitas pasar modal akan membatasi kemampuannya untuk meningkatkan pendapatan operasionalnya, namun kami memperkirakan laba asuransi yang stabil karena CSM yang lebih tinggi akan membantu stabilitas keuangannya di masa depan.”

Profil perusahaan HWL dinilai ‘Favourable’ berdasarkan profil bisnis ‘Favourable’ dan tata kelola perusahaan ‘Moderat/Favourable’ dibandingkan dengan perusahaan asuransi jiwa lainnya di Korea Selatan. Penilaian tersebut mencerminkan brand franchise yang solid, kemampuan distribusi yang kuat, dan skala asuransi yang cukup besar.

|Baca juga: Hanwha Group Resmi Pemegang Kendali Lippo General Insurance

HWL menggunakan berbagai platform distribusi untuk menyebarkan produk, mulai dari saluran keagenan dari anak perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki, Hanwha Life Financial Service Co., Ltd, dan keagenan umum hingga bancassurance. Ini adalah perusahaan asuransi jiwa terbesar kedua di Korea dengan 13% pangsa pasar berdasarkan aset.

Rasio aset berisiko HWL meningkat pada tahun 2022 sebagai akibat dari penurunan modal ekuitas. Aset berisiko termasuk saham, obligasi di bawah tingkat investasi, dan dana investasi terkait ekuitas. Meskipun demikian, beberapa sertifikat penerima manfaat, yang termasuk sebagai aset berisiko, dikaitkan dengan proyek-proyek overhead sosial yang menghasilkan pendapatan tetap. Kami memperkirakan rasio ini akan berkurang pada tahun 2023 karena modal ekuitas yang lebih tinggi setelah penerapan standar akuntansi baru.

HWL mencatat kerugian penurunan nilai pada 9M23 sekitar KRW45 miliar pada investasi real estate komersial (CRE), dalam bentuk sertifikat penerima manfaat. Kerugiannya berjumlah sekitar 0,4% dari modal ekuitasnya pada akhir-9M23. “Kami yakin HWL memiliki kapitalisasi yang cukup untuk menahan guncangan dari volatilitas penilaian yang timbul dari paparan langsung dan tidak langsung terhadap CRE.”

Lebih lanjut, Fitch menerangkan HWL menghadapi beban penyebaran negatif dari kebijakan lama dengan jaminan tinggi yang dijual pada tahun 1990an. Perusahaan terus mengadopsi pendekatan proaktif terhadap ALM setelah peluncuran standar IFRS 17 dan kerangka modal K-ICS.

“Perusahaan asuransi ini secara konsisten menekankan pentingnya mendistribusikan kebijakan jenis perlindungan dengan margin lebih tinggi dan menyesuaikan kembali tingkat kredit kebijakannya sebagai respons terhadap perubahan tingkat suku bunga. Tingkat kreditnya dipertahankan pada level 3,6%-3,7% pada 9M23, meskipun tingkat suku bunga pasar tinggi.”

Editor: Achmad Aris

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Jangan Hanya Pilpres, Masyarakat Juga Wajib Kenali Caleg di Pemilu 2024
Next Post BNI Sekuritas Raih 4 Penghargaan

Member Login

or