1
1

Howden: Pembiayaan Transisi Iklim hingga 2030 Butuh Asuransi Tambahan

Ilustrasi. | Foto: howdengroup.com

Media Asuransi, GLOBAL – Laporan terbaru dari Howden mengungkapkan lebih dari setengah dari US$19 triliun yang dialokasikan untuk pembiayaan transisi iklim hingga 2030 akan membutuhkan asuransi tambahan.

Hal ini menunjukkan perusahaan harus melibatkan industri asuransi sejak tahap awal dalam perencanaan manajemen risiko iklim mereka untuk memastikan pasokan kapasitas yang memadai dan cakupan jangka panjang.

Laporan yang diterbitkan bersama dengan Boston Consulting Group tersebut menyebutkan langkah ini bisa menjadi pengubah permainan dalam membuka pembiayaan iklim dengan kecepatan dan skala yang diperlukan.

Namun, laporan tersebut juga memperingatkan premi asuransi untuk ketahanan iklim dan perlindungan dari bencana alam diperkirakan meningkat 50 persen pada 2030, mencapai US$200-250 miliar. Peningkatan ini disebabkan meningkatnya kerugian tahunan akibat peristiwa iklim, percepatan pertumbuhan eksposur, pengungkapan risiko iklim, dan transfer risiko.

|Baca juga: PGN Teken Kontrak Gas Sales Agreement Wilayah Kerja Duyung

“Tekanan ini akan menempatkan tekanan struktural yang belum pernah terjadi sebelumnya pada sistem asuransi di pasar publik, swasta, dan mutual. Tidak ada jaminan pasar akan mampu memenuhi permintaan ini,” kata Howden dalam laporannya, dikutip dari laman Reinsurance News, Selasa, 25 Juni 2024.

Meskipun asuransi memiliki potensi besar untuk membuka transisi dan menyesuaikan ekonomi dengan era iklim baru, namun laporan tersebut menekankan kondisi ini memerlukan perubahan paradigma dalam bagaimana manajemen risiko diprioritaskan.

Perusahaan didorong untuk mengubah pendekatan mereka dari pengadaan tahunan menjadi kemitraan jangka panjang dengan perusahaan asuransi, yang dapat mencakup cakupan multi-tahun, solusi asuransi publik-swasta, dan analitik yang berorientasi ke depan.

Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kelayakan dan keterjaminan investasi baru serta mendukung bisnis dalam mencapai strategi transisi dan ketahanan iklim yang lebih besar.

“Dari sisi pasokan, pasar perlu berinovasi untuk memenuhi permintaan yang meningkat dari transisi iklim guna memastikan asuransi tetap dapat diakses dan terjangkau di seluruh sektor dan wilayah,” pungkas laporan tersebut.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Presdir Tugu Insurance Tatang Nurhidayat Kembali Koleksi Saham TUGU
Next Post IMF dan Vietnam Bahas Peningkatan Kapasitas Partisipasi Asuransi Sosial

Member Login

or