1
1

IRMAPA Paparkan Hasil Annual Risk Survey Kolaborasi dengan IFG Progress dan SB-IPB

Media Asuransi, JAKARTA – Indonesia Risk Management Professional Association (IRMAPA) menyelenggarakan webinar RISKHub “Anticipating Emerging Risks and Building Resilience in A Volatile Environment” secara daring melalui Zoom beberapa waktu lalu.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman praktisi terhadap dinamika risiko. Webinar ini sekaligus memaparkan hasil Annual Risk Survey: Corporate Context Indonesia 2025 yang disusun oleh IRMAPA bersama IFG Progress dan Sekolah Bisnis IPB University (SB-IPB).

Ibrahim Kholilul Rohman, Senior Research Associate IFG Progress merupakan salah satu narasumber utama dalam acara ini. Dalam paparannya, dia menjelaskan bahwa lanskap risiko di Indonesia saat ini makin kompleks dan tidak lagi berdiri sendiri. Berbagai risiko berkembang secara bersamaan dan saling berpengaruh. Maka, sebuah pendekatan pengelolaan yang lebih terintegrasi diperlukan.

|Baca juga: Gallagher Re: Risiko Kecerdasan Meningkat Akibat Kerjangka Kerja Manajemen Risiko Belum Diterapkan

Hasil survei menunjukkan bahwa risiko siber menjadi risiko paling kritis dengan tingkat probabilitas dan dampak tinggi di berbagai sektor. Risiko lain yang turut menjadi perhatian meliputi volatilitas nilai tukar, kenaikan biaya produksi, gangguan rantai pasok, serta ketidakpastian kebijakan pemerintah.

Lebih lanjut, Ibrahim menyoroti perbedaan karakteristik risiko antarsektor. Misalnya, sektor keuangan cenderung lebih sensitif terhadap risiko sistemik, seperti penurunan kualitas kredit. Sementara itu, sektor riil cenderung lebih menghadapi tekanan operasional, seperti biaya produksi dan gangguan rantai pasok. Hal ini menunjukkan bahwa pendekatan pengelolaan risiko perlu disesuaikan dengan profil risiko tiap sektor.

|Baca juga: POJK 28/2025: Penguatan Manajemen Risiko Demi Stabilitas Industri Asuransi Indonesia

Ibrahim menyebutkan adanya pergeseran pendekatan dalam pengelolaan risiko, dari yang sebelumnya defensif dan reaktif menjadi proaktif dan adaptif. Dalam konteks ini, manajemen risiko tidak hanya berfungsi sebagai alat mitigasi, tetapi juga menjadi bagian dari pengambilan keputusan.

Selain pemaparan hasil survei, webinar RISKHub juga menghadirkan narasumber dari Strategic Risk Consulting di Marsh Asia, yaitu Zihramna Afdi selaku senior consultant dan Ihza Rizkia Fitri selaku risk consultant. Keduanya membahas perkembangan risiko global serta pentingnya membangun ketahanan (resilience) organisasi. Paparan ini menegaskan bahwa risiko perlu dikelola secara terintegrasi sebagai strategi.

Melalui webinar RISKHub ini, IRMAPA bersama IFG Progress dan SB-IPB berharap bahwa hasil Annual Risk Survey dapat bermanfaat bagi para praktisi. Hasil tersebut dimaksudkan untuk memberi referensi dalam memahami dinamika risiko serta memperkuat praktik manajemen risiko.

Untuk mengetahui lebih lanjut hasil survey dapat di klik di link berikut ini https://irmapa.org/annual-risk-survey-2026-konteks-korporasi-indonesia/.

Editor : Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Inilah Para Pemenang Unitlink Award 2026 Media Asuransi
Next Post IHSG Senin Ditutup Melemah

Member Login

or