1
1

Kenaikan BI-Rate Jadi 5,50% Direspons Positif Investor Asing, BI Beberkan Bukti Ini!

Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Jakarta. | Foto: Bank Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menegaskan usai kenaikan suku bunga acuan atau BI-Rate menjadi 5,50 persen, serta penguatan imbal hasil SRBI dan SBN, investor asing merespons positif penguatan bauran kebijakan tersebut.

“Hal ini tercermin dari meningkatnya aliran masuk modal asing ke instrumen SRBI usai lelang SRBI pada 10 Juni 2026. Aliran masuk modal asing juga mulai kembali terjadi di pasar SBN, terutama pada tenor pendek dan menengah,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso, dalam pernyataan resminya, Jumat, 12 Juni 2026.

|Baca juga: Bank Dunia Ramal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Melambat Jadi 5% di 2026 Akibat Tekanan Fiskal Meningkat

|Baca juga: Komisi XI dan Pemerintah Sepakati Asumsi Rupiah Rp16.800 per Dolar AS di RAPBN 2027

Ia menambahkan sejalan dengan perkembangan tersebut, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus mengalami penguatan dan kembali berada di bawah level Rp18.000 per dolar AS. Bank Indonesia, lanjutnya, akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik serta menjaga daya tarik instrumen keuangan domestik.

“(Hal itu dilakukan) guna mendukung aliran masuk modal asing. Bank Indonesia juga akan terus mengoptimalkan langkah-langkah stabilisasi nilai tukar rupiah melalui intervensi NDF di pasar offshore serta transaksi spot dan DNDF di pasar domestik secara konsisten dan terukur,” ucapnya.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Sebelumnya, Rapat Dewan Gubernur (RDG) mingguan Bank Indonesia pada Selasa, 9 Juni 2026 memutuskan untuk kembali menaikkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,50 persen, suku bunga deposit facility 25 bps menjadi 4,50 persen, dan suku bunga lending facility 25 bps menjadi 6,25 persen.

|Baca juga: Ekonom DBS Bongkar Alasan BI Bikin Kejutan Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal

|Baca juga: Harga BBM Naik Gila-gilaan, Asuransi Kendaraan Bakal Kena Getah?

Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan kenaikan ini langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen yang ditetapkan pemerintah.

|Baca juga: KB Bank (BBKP) Dukung Ekspansi MGM Bosco Logistics untuk Perkuat Ekosistem Rantai Dingin Nasional

|Baca juga: Bank Mestika (BBMD) Bidik Naik Kelas ke KBMI 2 Sebelum 2028

“Kebijakan ini juga ditujukan untuk meningkatkan imbal hasil bagi daya tarik masuknya aliran masuk investasi portofolio asing ke Indonesia,” pungkas Perry.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pemerintah Targetkan Kemiskinan Ekstrem 0% di 2027
Next Post Pemerintah Andalkan Coretax hingga Pajak Digital untuk Genjot Penerimaan di 2027

Member Login

or