Media Asuransi, MAKASSAR – Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) Paul Setio Kartono mengingatkan masyarakat agar tidak sepenuhnya bergantung pada dana pensiun untuk memenuhi kebutuhan hidup di masa tua.
Menurut dia, perencanaan keuangan jangka panjang perlu dilakukan sejak dini karena berbagai risiko ekonomi dapat mengurangi nilai aset yang dimiliki seseorang setelah pensiun.
Paul mengatakan masih banyak masyarakat yang beranggapan kebutuhan hidup setelah pensiun akan sepenuhnya ditanggung oleh negara atau perusahaan tempat mereka bekerja.
“Masih banyak orang yang berpendapat bahwa ‘Oh, setelah kita pensiun kalau kita menjadi pegawai negeri, itu semua nanti ditanggung oleh negara gitu’,” kata Paul dalam Seminar Edukasi Keuangan yang diselenggarakan PAI dan OJK di Universitas Hasanuddin Makassar, Rabu, 17 Juni 2026.
|Baca juga: Asing Mulai Masuk, IPOT Beberkan Rekomendasi Saham Pilihan Paling Seksi Pekan Ini
|Baca juga: Bukit Asam (PTBA) Tebar Dividen Rp1,32 Triliun di Tengah Tantangan Industri Batu Bara
Ia menilai anggapan tersebut perlu diluruskan karena dana pensiun yang diterima umumnya memiliki keterbatasan dan dapat habis dalam waktu tertentu apabila tidak dikelola dengan baik.
Selain itu, kenaikan harga barang dan jasa dari tahun ke tahun juga berpotensi menggerus kemampuan finansial para pensiunan.
“Padahal uang yang ditabung oleh negara atau uang yang diberikan pensiun atau dari perusahaan itu hanya dalam waktu sebentar akan habis. Tidak cukup kalau kita tidak kelola dengan baik,” ujarnya.
Paul menjelaskan inflasi menjadi salah satu tantangan utama dalam menjaga nilai kekayaan untuk jangka panjang. Menurut dia, masyarakat perlu memahami bahwa menyimpan dana saja belum tentu cukup untuk mempertahankan daya beli di masa depan.
“Karena inflasi itu sangat tinggi. Jadi kalau deposito kan kita hanya mendapat bunga tiga persen saja sedangkan inflasi saja enam persen atau tujuh persen,” tuturnya.
|Baca juga: Profil Jeffrey Woo, Bos Baru FWD Insurance Indonesia
|Baca juga: OJK Beberkan Biang Kerok ROI Dana Pensiun Tergerus di Awal 2026
Karena itu, ia mendorong masyarakat untuk meningkatkan literasi keuangan dan mulai menyusun strategi pengelolaan dana sesuai kebutuhan masing-masing.
Perencanaan tersebut mencakup tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang, termasuk persiapan memasuki masa pensiun.
“Oleh karena itu, amat penting sekali di berbagai macam tingkatan kita juga lebih melek finansial. Bagaimana kita membuat perencanaan keuangan masa depan, bagaimana kita membuat perencanaan keuangan jangka pendek,” pungkas Paul.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

