1
1

Klaim Asuransi Umum Meningkat 17,7% di Kuartal I/2026

Ketua AAUI, Budi Herawan (kiri) dan Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI, Heri Supriyadi, memberikan keterangan dalam jumpa pers di Jakarta, 17 Juni 2026. | Foto: Edi Santosa/Media Asuransi

Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa klaim industri asuransi umum di kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp12,92 triliun. Nilai klaim industri asuransi umum tumbuh 17,7 persen jika dibandingkan pada kuartal I/2025 yang tercatat sebesar Rp10,98 triliun.

“Klaim terbesar dicatatkan lini bisnis asuransi kredit, yakni sebesar Rp4,2 triliun pada kuartal I/2026. Nilainya naik 17,0 persen atau bertambah sebesar Rp610 miliar dibandingkan klaim asuransi kredit di kuartal I/2025 yang sebesar Rp3,59 triliun,” kata Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI, Heri Supriyadi, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Di peringkat kedua nilai klaim terbesar adalah lini bisnis asuransi properti, yakni sebesar Rp2,63 triliun pada kuartal I/2026, naik 34,7 persen jika dibandingkan dengan klaim kuartal I/2025 yang sebesar Rp1,96 triliun.

|Baca juga: Premi Asuransi Umum Tumbuh 1,92% di Kuartal I/2026

Ketua AAUI, Budi Herawan, memastikan bahwa peningkatan klaim lini bisnis asuransi properti bukan dipicu oleh bencana alam di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. “Klaim dari bencana alam di tahun lalu tidak terlalu besar. Di korporasi ada beberapa klaim properti yang besar. Namun masih tertangani, karena ada dukungan dari reasuransi,” jelasnya.

Sementara itu Heri menambahkan bahwa untuk perusahaan-perusahaan asuransi yang menjamin agunan di wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Padang yang terdampak bencana, tentu memiliki klaim yang signifikan di sana. Namun untuk asuransi yang tidak memiliki jaringan dan bisnis di sana, tentu tidak menerima pengajuan klaim dari bencana alam tersebut.

|Baca juga: Bos OJK: Peran Industri Asuransi RI Semakin Strategis di Tengah Ketidakpastian

Dari sisi industri, selain lini bisnis properti, klaim lini bisnis asuransi kendaraan bermotor tercatat sebesar Rp1,82 triliun di kuartal I/2026, tumbuh 0,2 persen jika dibandingkan dengan klaim lini bisnis ini di kuartal I/2025.

Dari sisi pertumbuhan, lini bisnis yang membukukan pertumbuhan klaim terbesar adalah energy on shore yakni klaimnya melonjak sebesar 198,4 persen. Disusul klaim lini bisnis aviation yang naik 158,1 persen, dan lini bisnis engineering yang meningkat 133,9 persen.

Menurut Heri, lini bisnis asuransi yang nilai klaimnya turun adalah personal accident yang turun 53,9 persen), disusul surety ship yang turun 18,5 persen, lini bisnis liability klaimnya turun 14,5 persen, dan lini bisnis aneka klaimnya turun 4,5 persen.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Lampu Kuning Inflasi Medis: Allianz Indonesia Ajak Masyarakat Perkuat Pelindungan Kesehatan Berkelanjutan

Member Login

or