Media Asuransi, JAKARTA – Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) melaporkan bahwa premi industri asuransi umum di kuartal I/2026 tercatat sebesar Rp31,11 triliun. Nilai premi asuransi umum tumbuh 1,92 persen jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2025 yang sebesar Rp30,53 triliun.
“Premi asuransi umum yang menjadi anggota AAUI ini meningkat 1,92 persen atau secara nilai naik Rp587 miliar,” kata Wakil Ketua Bidang Statistik, Riset & Analisa AAUI, Heri Supriyadi, dalam jumpa pers di Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026. Data yang disampaikan ini tidak termasuk satu perusahaan asuransi umum yang belum menyampaikan laporan ke asosiasi.
|Baca juga: Premi Reasuransi Masih Banyak yang Lari ke Luar Negeri, Begini Respons AAUI
Menurut Heri, delapan lini bisnis asuransi umum membukukan pertumbuhan premi pada kuartal I/2026 dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sisanya sebanyak tujuh lini bisnis yang mengalami pertumbuhan negatif atau terkontraksi.
Lini bisnis asuransi properti mencatatkan pertumbuhan premi sebesar 6,5 persen, dari Rp7,80 triliun pada tahun kuartal I/2025 menjadi Rp8,31 triliun di kuartal I/2026. Premi asuransi kendaraan bermotor meningkat 2,9 persen, dari Rp5,24 triliun pada kuartal I/2025 menjadi Rp5,39 triliun pada kuartal I/2026.
Sedangkan premi asuransi kesehatan mencatatkan pertumbuhan 23 persen, dari Rp3,77 triliun di kuartal I/2025 menjadi Rp4,64 triliun pada kuartal I/2026. Lini bisnis asuransi kredit mencatatkan pertumbuhan premi 3,2 persen, dari Rp3,98 triliun di kuartal I/2025 menjadi Rp4,11 triliun di kuartal I/2026.
|Baca juga: Hantavirus Hantui Indonesia, Bos AAUI: Orang Indonesia Tidak Tipikal Panic Buying Proteksi
“Kenaikan premi tertinggi dibukukan lini bisnis asuransi energy on shore, yakni tumbuh sebesar 185,6 persen. Walaupun dari sisi nilai, preminya hanya Rp178 miliar pada kuartal I/2026,” jelas Heri.
Sementara itu, lini bisnis yang mencatat penurunan premi tertinggi adalah energy off shore yang turun 51,5 persen, dari Rp185 miliar pada kuartal I/2025 menjadi Rp90 miliar di kuartal I/2026. Di sisi lain, pada kuartal I/2026 premi lini bisnis engineering turun 44,4 persen, premi lini bisnis personal accident turun 31,3 persen, premi lini bisnis satellite turun 18,5 persen, premi lini bisnis marine cargo turun 12,6 persen, dan premi lini bisnis aviation turun 15,2 persen.
Dia jelaskan, tiga lini bisnis asuransi umum yang membukukan premi terbesar pada kuartal I/2026 adalah lini bisnis properti yakni sebesar Rp8,31 triliun, disusul lini bisnis asuransi kendaraan bermotor yang mengumpulkan premi sebesar Rp5,39 triliun, kemudian lini bisnis health insurance dengan premi Rp4,64 triliun, dan lini bisnis asuransi kredit dengan premi sebesar Rp4,11 triliun.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

