1
1

Perang dan Inflasi Klaim Mulai Bikin Pasar Asuransi Ketar-ketir

Ilustrasi. | Foto: Kindel Media via Pexels

Media Asuransi, GLOBAL – Pasar asuransi komersial masih terbilang ramah bagi perusahaan. Kapasitas yang melimpah dan persaingan antarpenanggung membuat pembeli masih bisa mendapatkan tarif lebih rendah hingga cakupan perlindungan yang lebih luas.

Namun, kondisi ini mulai menghadapi sejumlah tekanan. Ketegangan geopolitik, inflasi klaim, hingga penilaian risiko yang makin ketat menjadi tantangan baru bagi industri asuransi.

Dalam laporan Q2 2026 Global Insurance Market Insights, Aon menyebut, perusahaan asuransi kini makin selektif dalam memilih risiko. Pemanfaatan data, analitik, dan kecerdasan buatan (AI) membuat proses underwriting menjadi lebih detail.

Artinya, perusahaan dengan profil risiko yang baik masih berpeluang mendapatkan kapasitas dan harga yang kompetitif. Sebaliknya, risiko yang dinilai lebih tinggi bisa menghadapi persyaratan yang lebih ketat.

|Baca juga: Permata Bank Prediksi Ekonomi RI Tumbuh 5,26% di 2026

|Baca juga: OJK dan Kementerian UMKM Dukung Penuh Pencalonan Destry Damayanti Sebagai Gubernur BI

Konflik di Timur Tengah juga ikut memengaruhi sejumlah lini asuransi, terutama kelautan, penerbangan, terorisme, kekerasan politik, energi, dan perdagangan.

“Di lini tersebut, perusahaan asuransi meningkatkan disiplin underwriting, melakukan penyesuaian harga risiko, serta memberikan perhatian lebih besar terhadap ketentuan polis,” kata CEO Global Commercial Risk Solutions Aon Christian Hoffman, dikutip dari Insurance Asia, Rabu, 12 Agustus 2026.

Selain geopolitik, kenaikan biaya perbaikan, tenaga kerja, transportasi, biaya hukum, dan medis turut mendorong nilai klaim. Tekanan ini terutama terasa pada asuransi kendaraan komersial dan US casualty.

Meski demikian, Aon menilai kapasitas pasar masih cukup tersedia. Kondisi ini bisa menjadi momentum bagi perusahaan untuk mengevaluasi kembali program asuransi dan strategi pengelolaan risiko sebelum pasar kembali mengetat.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Eastspring Investments Indonesia: Pasar Berhati-hati Jelang Agenda Kebijakan Fiskal 2027
Next Post BEI Ungkap Update Demutualisasi, Investor Potensial Nyatakan Minat Berinvestasi!

Member Login

or