Media Asuransi, JAKARTA – Head of Product Allianz Syariah Indonesia Rina Triana mengatakan bagi orang tua, ketika anak sakit, prioritas utama tentu adalah memastikan mereka memperoleh penanganan medis yang terbaik.
Karena itu, ia menambahkan, kesiapan finansial menjadi penting agar perhatian keluarga dapat tetap berfokus pada proses pemulihan anak, tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap biaya pengobatan maupun terganggunya berbagai rencana yang telah dipersiapkan untuk masa depan mereka.
“Perlindungan kesehatan melalui asuransi dapat menjadi salah satu bentuk antisipasi agar keluarga memiliki dukungan finansial ketika menghadapi risiko kesehatan yang tidak terduga,” ujarnya, dikutip dari keterangan resminya, Kamis, 23 Juli 2026.
Selain berdampak pada kondisi kesehatan anak, kebutuhan biaya perawatan yang muncul secara tidak terduga juga memengaruhi kondisi keuangan keluarga. Hal ini semakin relevan mengingat Profil Statistik Kesehatan 2025 menunjukkan sekitar setengah dari pengeluaran kesehatan di Indonesia masih ditanggung langsung oleh rumah tangga.
|Baca juga: Ekonomi Dunia Diprediksi Hanya Tumbuh 3% Akibat Perang AS-Iran
|Baca juga: Perkuat Struktur Pertumbuhan, BI Ramal Ekonomi RI Tembus 5,7% di 2026
Ini artinya tanpa persiapan yang memadai, biaya kesehatan berpotensi mengganggu berbagai rencana keuangan keluarga, termasuk dana yang telah dipersiapkan untuk pendidikan maupun kebutuhan masa depan anak.
Dalam kondisi seperti ini, perencanaan keuangan yang menyeluruh tidak hanya mencakup dana pendidikan maupun dana darurat, tetapi juga perlindungan kesehatan yang dapat membantu keluarga saat menghadapi risiko finansial akibat biaya pengobatan yang tidak terduga.
Rina menjelaskan perlindungan kesehatan melalui produk asuransi bukan sekadar membantu membiayai pengobatan ketika risiko terjadi. Lebih dari itu, asuransi membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga agar tujuan jangka panjang, seperti pendidikan dan berbagai rencana masa depan anak, tetap dapat diwujudkan.
“Karena itu, penting bagi orang tua untuk memilih perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan mempersiapkannya sedini mungkin, bukan ketika risiko sudah terjadi,” pungkas Rina.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
