Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) menyatakan inflasi Indeks Harga Konsumen (IHK) tetap terjaga dalam sasaran yang ditetapkan oleh pemerintah. Inflasi IHK pada Juni 2026 tercatat 3,34 persen secara tahunan (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi bulan sebelumnya sebesar 3,08 persen (yoy).
|Baca juga: Ekonomi Dunia Diprediksi Hanya Tumbuh 3% Akibat Perang AS-Iran
“Perkembangan ini dipengaruhi inflasi inti yang tetap terjaga sebesar 2,76 persen (yoy) didukung konsistensi kebijakan Bank Indonesia dalam menjaga pencapaian sasaran inflasi,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulan Juli 2026, Rabu, 22 Juli 2026.
Dirinya menambahkan inflasi kelompok Administered Prices (AP) naik menjadi sebesar 3,42 persen (yoy) seiring penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi dan avtur akibat tingginya harga energi global. Sementara itu, inflasi kelompok Volatile Food (VF) tercatat sebesar 5,58 persen (yoy).
|Baca juga: Perkuat Struktur Pertumbuhan, BI Ramal Ekonomi RI Tembus 5,7% di 2026
“Disumbang terutama oleh inflasi komoditas bawang merah, bawang putih, dan beras seiring dengan penurunan produksi di daerah sentra, kenaikan biaya transportasi, serta berakhirnya musim panen raya,” ucap Perry.
Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat respons bauran kebijakan moneter dan meningkatkan sinergi dengan pemerintah pusat dan daerah agar inflasi tetap terkendali dalam sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.
“Sinergi dengan pemerintah ditempuh melalui Tim Pengendalian Inflasi Pusat/Daerah (TPIP/TPID) dengan memperkuat implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS), termasuk untuk mengantisipasi risiko gangguan cuaca (El Nino) terhadap harga pangan,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
