1
1

RAPBN 2027 Terancam Gagal Ciptakan Lapangan Kerja Jika Swasta Tak Bergerak

Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto. | Foto: TV Parlemen

Media Asuransi, JAKARTA – Target penciptaan lapangan kerja dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 dinilai berisiko tidak tercapai jika sektor swasta tidak kembali bergerak.

Wakil Direktur INDEF Eko Listiyanto menilai peran swasta perlu diperkuat karena sektor tersebut memiliki kapasitas lebih besar dalam menciptakan lapangan kerja dan mendorong konsumsi masyarakat.

Eko mengatakan tantangan tersebut menjadi penting di tengah target pertumbuhan ekonomi 2027 yang dipatok lebih tinggi, yakni 5,8 persen hingga 6,5 persen. Menurutnya, pencapaian target pertumbuhan tidak cukup hanya mengandalkan belanja pemerintah.

“Kalau goals-nya itu adalah penciptaan lapangan kerja yang nanti kalau mereka bekerja punya duit bisa konsumsi, ekonomi tumbuh lebih tinggi, maka sebetulnya peran swasta itu harus lebih dominan. Jangan kemudian digantikan oleh peran negara,” kata Eko, dikutip dari TV Parlemen, Rabu, 12 Agustus 2026.

|Baca juga: Ekonomi RI Tumbuh 5,29% tapi Pekerja di Sektor Perdagangan Berkurang, Kok Bisa?

|Baca juga: Sequis SHEPRENUER Dorong Wirausaha Perempuan Naik Kelas Lewat Penguatan Manajemen Keuangan

Menurut Eko, sektor swasta memiliki ruang yang lebih besar untuk menciptakan pekerjaan melalui ekspansi usaha. Sementara itu, pemerintah seharusnya mengambil peran pada sektor-sektor yang kurang diminati swasta karena membutuhkan investasi jangka panjang atau tingkat pengembalian yang lebih rendah.

Ia menilai kondisi saat ini justru menunjukkan adanya kecenderungan sektor swasta menahan ekspansi. Hal tersebut tercermin dari investasi swasta yang belum bergerak optimal, sementara kontribusi pemerintah terhadap pertumbuhan ekonomi semakin besar.

“Strategi APBN sebenarnya tidak hanya APBN sih, tapi sebenarnya lebih kepada strategi ekonominya itu perlu kembali bertumpu juga kepada geliat sektor swastanya. Ini yang kurang menurut saya di sini,” ujarnya.

Eko mengingatkan adanya risiko crowding out apabila pemerintah terlalu dominan dalam aktivitas ekonomi. Kondisi tersebut dapat membuat sektor swasta semakin sulit berkembang dan pada akhirnya menghambat penciptaan lapangan kerja.

Menurutnya, pemerintah perlu menciptakan ruang agar dunia usaha kembali melakukan ekspansi. Jika tidak, target pertumbuhan yang lebih tinggi dalam RAPBN 2027 akan semakin sulit diterjemahkan menjadi peningkatan kesempatan kerja bagi masyarakat.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Sequis SHEPRENUER Dorong Wirausaha Perempuan Naik Kelas Lewat Penguatan Manajemen Keuangan

Member Login

or