Media Asuransi, JAKARTA – Kerap muncul anggapan bahwa diet hanya sebatas mengurangi porsi makan. Bahkan, ada pula yang menyamakan diet dengan berpuasa. Padahal, dalam konteks kesehatan, diet merupakan upaya mengatur pola makan dan asupan nutrisi guna mencapai atau mempertahankan berat badan tertentu.
Setiap orang memiliki tujuan berat badan yang berbeda-beda. Sebagian petinju, misalnya, justru ingin menaikkan berat badan agar sesuai dengan kelas pertandingan yang diikuti. Di dunia hiburan, aktor dan artis juga kerap menambah berat badan demi mendalami karakter yang diperankan.
|Baca juga: Dari Beban Kerja hingga Lingkungan, Ini Penyebab Karyawan Memilih Resign
|Baca juga: Kenali Toxic Leadership: Ciri, Dampak, dan Penyebab Bos yang Merusak Tim!
Sementara itu, diet untuk menurunkan berat badan juga sudah menjadi hal yang umum dilakukan. Ada orang yang ingin mencapai berat badan ideal demi menjaga kesehatan, tetapi tidak sedikit pula yang melakukannya untuk mempertahankan penampilan.
Risiko diet tidak sehat
Apakah Anda termasuk orang yang menginginkan berat badan ideal? Jika iya, penting untuk tidak salah mengartikan diet. Jangan sampai karena keinginan menurunkan berat badan, Anda malah mengurangi porsi makan secara berlebihan.
Lakukanlah pola makan yang sehat guna mencapai berat badan yang ideal. Diet yang sehat berarti menjaga pola makan yang seimbang dan teratur, dengan tujuan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh yang optimal.
|Baca juga: 3 Ciri Pemimpin yang Jadi Penghambat, Bukan Pendorong Kemajuan
|Baca juga: Ingin Beli Asuransi untuk Orang Lain? Coba Cek Dulu Informasi Berikut!
Dengan mengikuti pola diet yang sehat, Anda mungkin tidak akan mengalami penurunan berat badan dengan kecepatan yang Anda harapkan. Menurut informasi yang dikutip dari laman IFG Life, Kamis, 14 Mei 2026, orang yang menjalankan diet sehat dapat mengalami penurunan berat badan sekitar setengah hingga satu kilogram dalam seminggu.
Harapannya, jangan berharap agar berat badan Anda turun dengan cepat. Ingatlah bahwa ada banyak risiko yang dapat muncul jika Anda mengalami penurunan berat badan yang terlalu cepat. Beberapa risiko yang harus diperhatikan antara lain:
Berat badan tidak stabil
Tubuh manusia membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Dalam konteks penurunan berat badan, adaptasi yang diperlukan oleh tubuh tidak hanya terbatas pada asupan makanan yang masuk, tetapi juga kecepatan pembakaran kalori.
Dalam hal diet yang bertujuan penurunan berat badan yang cepat, fokus utamanya adalah mengurangi asupan makanan. Namun, tubuh tidak terlatih untuk menyesuaikan pembakaran kalori. Karena kecepatan pembakaran kalori tidak berubah, sangat mungkin berat badan akan kembali naik saat kembali ke pola makan yang normal.
Kekurangan nutrisi
Tubuh manusia membutuhkan berbagai nutrisi yang seimbang, termasuk karbohidrat, protein, lemak, mineral, dan vitamin. Namun, dalam diet yang bertujuan untuk penurunan berat badan yang cepat, sering kali karbohidrat dan lemak dikurangi. Kekurangan nutrisi ini dapat membuat tubuh lebih rentan dan meningkatkan risiko infeksi.
Mudah lemas dan lelah
Dalam upaya untuk mempercepat penurunan berat badan, banyak orang umumnya mengurangi asupan makanan. Dengan mengurangi porsi makan, jumlah kalori yang masuk ke tubuh secara otomatis berkurang. Namun, efek yang segera muncul akibat kekurangan kalori adalah kelelahan dan kelesuan. Hal ini dapat mengganggu konsentrasi dan mengurangi produktivitas.
|Baca juga: Aktivitas Seru Tetap Aman, Berikut Pentingnya Proteksi saat Berolahraga dan Bepergian
|Baca juga: 10 Tanda Bos Toxic yang Bikin Karyawan Kehilangan Semangat Kerja
Membahayakan jaringan otot
Diet instan tidak secara efektif membakar kalori berlebih dalam tubuh, seperti lemak yang tersimpan. Penurunan berat badan yang terjadi biasanya disebabkan oleh pembakaran jaringan otot tubuh.
Kesehatan terganggu
Dalam diet yang bertujuan untuk penurunan berat badan yang cepat, umumnya dilakukan dengan mengurangi jumlah kalori yang masuk ke tubuh. Namun, pengurangan asupan makanan tersebut memiliki banyak risiko terhadap kesehatan.
Selain risiko yang telah disebutkan sebelumnya, diet semacam itu juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lainnya. Beberapa gangguan yang mungkin dialami oleh orang yang menjalani diet instan tersebut termasuk sakit kepala, konstipasi, gangguan tidur, dan ketidakaturan menstruasi bagi perempuan.
Jika dilakukan berulang dan dalam jangka waktu yang lama, diet yang melibatkan pengurangan makanan dapat menyebabkan penyakit serius. Salah satu risiko yang dapat timbul adalah pembentukan batu empedu. Risiko ini biasanya dialami oleh sekitar 1-2 dari 10 orang yang mengalami penurunan berat badan drastis dalam beberapa bulan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

