1
1

Pasar Saham RI Menguat, Bos Allianz Indonesia: Minat Investasi Masyarakat Terus Meningkat

Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia Alexander Grenz. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Country Manager & President Director Allianz Life Indonesia Alexander Grenz mengungkapkan 2025 menjadi periode yang penuh dinamika bagi perekonomian global maupun nasional. Kondisi ini pada akhirnya memberikan efek tersendiri terhadap kinerja instrumen yang berkaitan dengan pasar modal.

“Sejak awal tahun, pasar dihadapkan pada meningkatnya ketidakpastian akibat tekanan ekonomi serta perubahan kebijakan di beberapa negara besar, khususnya Amerika Serikat (AS). Memasuki paruh kedua sejumlah indikator mulai menunjukkan perbaikan,” kata Alexander Grenz, dikutip dari pernyataannya, Kamis, 14 Mei 2026.

|Baca juga: Kinerja Dana Kelolaan di 2025 Ciamik, Allianz Indonesia Diganjar Penghargaan

|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan

Hal itu, lanjutnya, terutama penurunan tarif perdagangan AS terhadap beberapa negara, termasuk Indonesia, turut meredakan tensi perang dagang dan mengembalikan optimisme pelaku pasar. Selain itu, bank sentral AS yakni Federal Reserve melakukan penurunan suku bunga sebanyak tiga kali sepanjang 2025.

“Turut memengaruhi pergerakan pasar keuangan global. Di tengah kondisi global tersebut, perekonomian Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid,” ucapnya.

Ia menyatakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,11 persen di 2025 atau sedikit lebih tinggi dari 2024 yang tumbuh 5,03 persen. Sedangkan pasar saham Indonesia juga bergerak positif sepanjang tahun, ditandai dengan penguatan indeks dan bertambahnya jumlah investor lokal.

|Baca juga: Bos Sun Life Bilang Overtreatment Jadi Pemicu Lonjakan Premi Asuransi Kesehatan

|Baca juga: BI Catat Cadangan Devisa Tergerus Jadi US$146,2 Miliar di April 2026

“Walau tidak semua sektor mengalami kenaikan yang seragam. Minat masyarakat terhadap investasi terus meningkat, mencerminkan rasa percaya pada prospek ekonomi jangka panjang,” ucapnya.

“Seiring dengan sorotan MSCI pada 2026 terkait transparansi pasar dan praktik tata kelola, kami melihat berbagai upaya perbaikan yang tengah dan akan terus diinisiasi oleh regulator sebagai perkembangan positif yang diyakini dapat semakin memperkuat prospek jangka panjang pasar modal Indonesia,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Wajib Tahu, Ini Pentingnya Mengelola Risiko Keuangan!

Member Login

or