Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia memprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia secara keseluruhan tahun 2026 tetap baik dan berada dalam kisaran 4,9-5,7 persen year on year (yoy). Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkn bahwa pertumbuhan ekonomi triwulan II/2026 tercatat 5,29 persen yoy, setelah pada triwulan sebelumnya tumbuh sebesar 5,61 persen yoy.
Pertumbuhan ekonomi sebesar 4,9-5,7 persen yoy pada tahun ini, didukung oleh permintaan domestik sejalan dengan kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia untuk terus mendorong pertumbuhan ekonomi.
|Baca juga: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29% Yoy di Triwulan II/2026
“Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan II/2026 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,06 persen yoy seiring momentum libur sekolah dan berbagai Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Konsumsi pemerintah tumbuh sebesar 15,97 persen yoy bersumber dari peningkatan realisasi belanja pegawai termasuk pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).
|Baca juga: Bank Indonesia Menilai Neraca Perdagangan Juni 2026 Mencatat Defisit yang Lebih Rendah
Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh tinggi sebesar 6,93 persen yoy. Sedangkan investasi tumbuh sebesar 6,87 persen yoy, terutama didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta investasi pemerintah dan swasta sejalan dengan meningkatnya realisasi penanaman modal. Sementara itu, ekspor tumbuh sebesar 4,13 persen yoy ditopang oleh permintaan mitra dagang utama.
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), berbagai LU utama tumbuh tetap baik. LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, LU Konstruksi, serta LU Informasi dan Komunikasi sebagai kontributor utama pertumbuhan ekonomi tumbuh baik seiring dengan terjaganya permintaan domestik. Selain itu, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum juga tumbuh positif sejalan dengan peningkatan okupansi hotel dan meluasnya jangkauan penerima manfaat MBG.
Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan II/2026 tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti oleh Jawa, Sulawesi, Sumatera, Kalimantan, serta Maluku dan Papua.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
