Media Asuransi, JAKARTA – Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan pada 2026 dalam kisaran 4,9-5,7 persen year on year (yoy). Hal ini didukung oleh permintaan domestik sejalan dengan kebijakan yang ditempuh pemerintah dan Bank Indonesia (BI) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ekonomi triwulan I/2026 tumbuh sebesar 5,61 persen yoy, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan ekonomi pada triwulan sebelumnya sebesar 5,39 persen yoy.
|Baca juga: Kuartal I/2026, Pasar Properti Tunjukkan Ketahanan di Tengah Berbagai Tekanan
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyampaikan bahwa Bank Indonesia terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dengan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.
Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan ekonomi pada triwulan I/2026 ditopang oleh aktivitas ekonomi domestik. Konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 5,52 persen yoy, didorong oleh aktivitas perekonomian dan mobilitas masyarakat yang meningkat pada periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri 1447 H serta paket stimulus Pemerintah untuk mendorong konsumsi.
Konsumsi Pemerintah tumbuh tinggi 21,81 persen yoy didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai melalui gaji ke-14 atau Tunjangan Hari Raya (THR) dan belanja program prioritas Pemerintah, terutama Makan Bergizi Gratis (MBG). Konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh sebesar 6,28 persen yoy didorong oleh peningkatan aktivitas organisasi kemasyarakatan.
|Baca juga: Bappenas Sebut Program MBG dan Danantara Jadi Solusi Atasi Persoalan Struktural
Investasi tumbuh sebesar 5,96 persen yoy terutama didorong oleh pertumbuhan subkomponen kendaraan serta mesin dan perlengkapan. Ekspor tumbuh sebesar 0,90 persen yoy, sejalan dengan tetap baiknya permintaan beberapa mitra dagang utama dan peningkatan aktivitas pariwisata, termasuk wisatawan mancanegara.
Dari sisi Lapangan Usaha (LU), sebagian besar LU pada triwulan I/2026 tumbuh positif. LU Industri Pengolahan, LU Perdagangan, serta LU Pertanian sebagai kontributor utama pertumbuhan tumbuh baik seiring dengan peningkatan permintaan domestik dan permintaan eksternal yang tetap positif.
Selain itu, LU Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum serta LU Transportasi dan Pergudangan mencatat pertumbuhan yang tinggi seiring dengan peningkatan mobilitas masyarakat pada periode HBKN Idulfitri 1447 H dan aktivitas pariwisata, baik perjalanan wisatawan nusantara maupun kunjungan wisatawan mancanegara.
Dari sisi spasial, pertumbuhan ekonomi triwulan I/2026 tertinggi tercatat di Bali dan Nusa Tenggara (Balinusra), diikuti Sulawesi, Jawa, Sumatera, Maluku dan Papua (Mapua), serta Kalimantan.
Editor: S. Edi Santosa
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
