Media Asuransi, JAKARTA – Proses seleksi calon Direksi Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2026–2030 memasuki babak baru. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menerima empat paket kandidat yang berisi total 28 nama, dan kini bersiap menjalankan tahapan penilaian lanjutan.
Pengajuan tersebut telah diterima hingga batas waktu pada 4 Mei 2026, yang selanjutnya akan diproses melalui mekanisme uji kemampuan dan kepatuhan oleh komite yang dibentuk OJK.
“Di tahapan berikutnya, calon dimaksud harus lolos proses penilaian kemampuan dan kepatuhan yang dilakukan oleh komite yang dibentuk di OJK,” kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, dalam Konferensi Pers hasil RDKB OJK April, Selasa, 5 Mei 2026.
|Baca juga: OCBC (NISP) Akuisisi International Wealth dan Premier Banking Milik HSBC Indonesia
|Baca juga: OJK Catat Premi Komersial Tumbuh Tipis, Asuransi Jiwa Tertekan di Kuartal I/2026
Saat ini, OJK juga tengah melakukan verifikasi administratif serta penelusuran latar belakang terhadap seluruh kandidat. Proses ini merujuk pada ketentuan dalam POJK Nomor 58 Tahun 2016, di mana paket calon direksi diajukan oleh kelompok pemegang saham BEI.
Dari komposisi kandidat, OJK melihat adanya kombinasi latar belakang yang beragam, mulai dari pelaku industri pasar modal hingga profesional dari sektor lain yang relevan seperti keuangan dan teknologi informasi.
“Secara umum, dari sisi profil, para kandidat yang masuk mencerminkan kombinasi antara pelaku yang memiliki pengalaman kuat di industri pasar modal tentunya, serta terdapat juga calon yang berasal dari profesional di sektor lain yang relevan, termasuk sektor keuangan dan juga teknologi informasi,” ujar Hasan.
Beberapa nama yang masuk dalam paket calon direksi berasal dari internal Self-Regulatory Organization (SRO) dan lembaga penunjang pasar modal. Di antaranya dipimpin oleh Jeffrey Hendrik serta Iding Pardi.
|Baca juga: AXA Insurance dan AXA XL Hadirkan Art Insurance Berstandar Global untuk Karya Seni Bernilai Tinggi
|Baca juga: Pangsa Pasar Stagnan, BSI (BRIS) Sebut Rendahnya Inklusi Jadi Tantangan Utama Perbankan Syariah
Ke depan, OJK menaruh ekspektasi tinggi terhadap jajaran Direksi BEI yang baru, terutama dalam melanjutkan agenda reformasi integritas pasar modal. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan transparansi di mata penyedia indeks global seperti MSCI dan FTSE.
Selain itu, kepemimpinan baru BEI diharapkan mampu memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat regional maupun global, sekaligus mendorong pendalaman dan peningkatan likuiditas pasar.
Dengan demikian, lanjutnya, keseluruhan rangkaian proses seleksi para kandidat calon Direksi BEI ini diharapkan menghasilkan nama-nama yang terpilih menduduki posisi tujuh jabatan dan menjadi pemimpin yang tak hanya memenuhi ketentuan regulasi.
“Tapi juga memiliki masing-masing visi strategis dan kemampuan eksekusi yang kuat dalam membawa pasar modal kita menjadi lebih dalam lebih likuid lagi,” tutup Hasan.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
