Media Asuransi, JAKARTA – Research Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Wilbert Arifin mengatakan keputusan MSCI mempertahankan Indonesia dalam kategori emerging market menjadi katalis positif yang mengurangi ketidakpastian pasar, meskipun masih dalam masa pemantauan hingga November nanti.
Ia menambahkan status Indonesia sebagai emerging market tetap terjaga, meski bobot Indonesia dalam indeks MSCI Emerging Markets turun menjadi sekitar 0,4 persen pada Juni 2026 dari 1,2 persen pada akhir 2025.
“(Kondisi itu) seiring berkurangnya kepemilikan investor asing dan arus keluar dana dari pasar saham Indonesia,” ujar Wilbert, dalam Media Day Online: Juli 2026, dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Menurutnya, sebelum keputusan tersebut diumumkan, pasar sempat mengantisipasi risiko reklasifikasi Indonesia menjadi frontier market yang berpotensi memicu arus keluar dana bersih hingga sekitar Rp80 triliun.
|Baca juga: Pasar Broker dan Agen Asuransi Global Diproyeksikan Tembus US$653 Miliar di 2035
|Baca juga: Laba Oona Insurance (ABDA) Naik 21,4% di Kuartal I/2026
Dengan status emerging market yang tetap dipertahankan, dirinya menjelaskan, risiko tersebut pun mereda, meski upaya menarik kembali aliran dana asing masih menjadi tantangan. Sementara itu, net outflow asing masih didominasi dana yang mengacu pada indeks (index linked funds).
“Sementara investor strategis tetap mempertahankan eksposurnya pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Dengan valuasi pasar yang berada pada level terendah dalam satu dekade dan potensi unfreeze inklusi index MSCI ke depannya, peluang kembalinya aliran dana asing ke pasar saham domestik tetap terbuka,” jelasnya.
Wilbert menambahkan perhatian investor pada semester kedua akan semakin tertuju pada kemampuan Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi, meningkatkan daya tarik pasar modal, serta mendorong pertumbuhan laba emiten.
“Kombinasi faktor-faktor tersebut akan menjadi penentu utama arah pasar saham Indonesia pada semester kedua 2026,” tutup Wilbert.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
