1
1

Allianz Indonesia Perkuat Komitmen Waste Management: Dari Sampah Organik Jadi Produk Bernilai

Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah (waste management) secara konsisten dan berkelanjutan melalui program Eco Enzyme, sejalan dengan pilar CSR Allianz Indonesia di bidang Lingkungan. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Indonesia melalui Yayasan Allianz Peduli terus memperkuat komitmennya dalam pengelolaan sampah atau waste management secara konsisten dan berkelanjutan. Hal itu dilakukan melalui program Eco Enzyme, sejalan dengan pilar CSR Allianz Indonesia di bidang Lingkungan.

Program ini telah dijalankan sejak 2022 dan terus berkembang sebagai upaya membangun kebiasaan, pengetahuan, serta praktik pengelolaan sampah organik yang berkelanjutan.

|Baca juga: Akulaku Finance dan Danamon (BDMN) Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan Digital

|Baca juga: Perkuat Stabilitas Nilai Tukar Rupiah, BI-Rate Naik 25 Bps Jadi 5,50%

Berawal dari pelatihan dan pendampingan dalam mengolah sisa kulit buah dan potongan sayur menjadi cairan Eco Enzyme, program ini kemudian dikembangkan ke tahap upscaling agar manfaatnya semakin dekat dengan kebutuhan sehari-hari.

Pada 2026, fokus program diarahkan pada pendampingan pembuatan produk yang lebih layak guna dan berpotensi memiliki nilai ekonomi, sehingga dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif berbasis komunitas sekolah.

Sebagai bagian dari tahapan tersebut, Allianz Indonesia baru saja menyelenggarakan kegiatan upscaling Eco Enzyme di dua sekolah dasar negeri di Jakarta, yaitu SDN Rawamangun 02 pada 13 Mei 2026 dan SDN Pondok Kopi 02 pada 19 Mei 2026.

Melalui kegiatan ini, Eco Enzyme tidak hanya dikenalkan sebagai hasil fermentasi sampah organik, tetapi juga sebagai pendekatan yang mengajarkan bahwa sisa bahan rumah tangga dapat diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat.

|Baca juga: Profil Jeffrey Woo, Bos Baru FWD Insurance Indonesia

|Baca juga: Bank DBS Indonesia Catat Pembiayaan Berkelanjutan Capai Rp15,6 Triliun di 2025

Sebelum memasuki fase upscaling, kelompok kerja (Pokja) yang terdiri dari guru, murid, dan orang tua murid terlebih dahulu mengumpulkan sisa kulit buah serta potongan sayur untuk difermentasi dalam wadah tertutup selama tiga bulan.

Setelah masa fermentasi selesai, cairan Eco Enzyme dipanen dan dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, seperti cairan pembersih lantai, pencuci piring, penghilang bau, pengusir serangga, hingga pupuk tanaman.

Tidak berhenti pada hasil cairannya, kegiatan ini juga memperkenalkan pemanfaatan ampas fermentasi yang sering kali dianggap sebagai sisa proses. Dalam program upscaling kali ini, ampas Eco Enzyme diolah menjadi dua produk sederhana namun bernilai guna, yaitu bantal terapi dan pengharum ruangan.

Bantal terapi dibuat dari ampas hasil fermentasi kulit buah dan sayuran yang dimanfaatkan sebagai alternatif kompres alami untuk membantu meredakan nyeri sekaligus memberikan efek relaksasi aromaterapi.

Sementara itu, pengharum ruangan dibuat dari ampas panen yang telah dikeringkan, lalu dikemas dalam kantong kain berpori untuk menghasilkan pengharum ruangan alami. Melalui pendekatan ini, Allianz Indonesia ingin menunjukkan pengelolaan sampah organik tidak harus rumit.

|Baca juga: Jelang Deadline 2026, Masih Ada 21 Perusahaan Asuransi Belum Penuhi Modal Minimum

|Baca juga: Studi Sun Life: 80% Masyarakat Indonesia Merasakan Tekanan Biaya Hidup

Dengan edukasi yang tepat dan praktik yang sederhana, sampah dapat diolah kembali menjadi produk yang berguna dalam kehidupan sehari-hari. Nilai inilah yang terus didorong dalam pelaksanaan program, agar peserta tidak hanya memahami prosesnya, tetapi juga melihat manfaat nyata yang dapat dirasakan langsung.

 

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Media Asuransi (@mediaasuransinews)

Kegiatan di dua sekolah ini melibatkan ekosistem sekolah secara menyeluruh, mulai dari guru, komite sekolah, wali murid, hingga para murid. Keterlibatan lintas unsur ini menjadi penting karena perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah membutuhkan peran bersama.

Saat anak belajar memilah dan mengolah sampah sejak dini, sekolah menjadi ruang pembiasaan, sementara keluarga membantu memastikan praktik tersebut dapat berlanjut di rumah. Dengan cara ini, kebiasaan mengelola sampah dari sumber diharapkan dapat tumbuh lebih kuat dan berkelanjutan.

Upaya ini juga sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, termasuk Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 33 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor 5 Tahun 2026 tentang gerakan pemilahan dan pengolahan sampah dari sumber.

Melalui program ini, pembelajaran di sekolah diharapkan dapat menjadi bagian dari gerakan yang lebih luas untuk membangun budaya pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.

|Baca juga: Jeffrey Woo Resmi Jadi Direktur Utama FWD Insurance Indonesia

|Baca juga: SCGC Lepas Sebagian Kepemilikan, Saham Publik Chandra Asri (TPIA) Melonjak Jadi 25,7%

Ketua Yayasan Allianz Peduli Ni Made Daryanti mengatakan Allianz Indonesia percaya pengelolaan sampah membutuhkan konsistensi, kolaborasi, dan pembiasaan yang dimulai dari lingkungan terdekat.

Melalui program Eco Enzyme, lanjutnya, Allianz Indonesia ingin mendorong masyarakat, termasuk komunitas sekolah, untuk melihat bahwa sampah organik memiliki nilai guna ketika dikelola dengan tepat.

“Kami berharap inisiatif ini tidak hanya memperkuat kepedulian terhadap lingkungan, tetapi juga membuka peluang nilai tambah yang bermanfaat bagi komunitas,” ujar Ni Made Daryanti.

Dengan menghubungkan edukasi, praktik langsung, dan pemanfaatan hasil olahan, Allianz Indonesia berharap inisiatif ini dapat terus menumbuhkan kebiasaan baik, memperluas manfaat bagi masyarakat, dan mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BTN (BBTN) Nilai Kenaikan BI-Rate Jadi 5,50% Perlu untuk Redam Imported Inflation
Next Post Allianz Indonesia Perkuat Komitmen Waste Management Lewat Program Upscaling Eco Enzyme 2026

Member Login

or