1
1

Eastspring Investments Indonesia: IHSG Melanjutkan Fase Konsolidasi

Ilustrasi pergerakan reksa dana. | Foto: Eastspring Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Pasar saham Indonesia melanjutkan fase konsolidasi pada perdagangan hari ini setelah mencatatkan penguatan selama bulan Juli sampai awal pekan ini. Hingga 23 Juli 2026, IHSG telah menguat sekitar 11,91 persen month to date (mtd), sehingga tampaknya membuka ruang bagi sebagian investor untuk melakukan realisasi keuntungan.

Dikutip dari Spring Flash oleh tim PT Eastspring Investments Indonesia, tekanan di pasar domestik berlangsung seiring dengan melemahnya sentimen risiko di kawasan Asia. Aksi jual global pada saham-saham teknologi, disertai meningkatnya ketegangan terkait Iran yang sempat mendorong harga minyak menembus US$100 per barel sebelum kembali bergerak di kisaran US$ 99 per barel, menghidupkan kembali kekhawatiran terhadap tekanan inflasi global dan turut membebani sentimen pasar.

|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Sentimen Global dan Domestik Membayangi Pasar Keuangan Indonesia

Dari domestik, pelemahan rupiah yang kembali mendekati level Rp18.000 per dolar AS, di tengah penguatan indeks dolar AS (DXY), turut memberikan tekanan terhadap sentimen investor. Hingga saat penulisan rilis ini, rupiah melemah 0,15 persen ke level Rp17.963 per dolar AS. Investor asing juga cenderung mempertahankan sikap wait and see, tecermin dari aksi net sell pada sesi pertama perdagangan, yang mencerminkan preferensi untuk mengurangi eksposur risiko menjelang akhir pekan di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

|Baca juga: Eastspring Investments Indonesia: Sentimen Pasar Tetap Berhati-hati di Tengah Terbatasnya Katalis Positif

Pada penutupan perdagangan, IHSG terkoreksi -1,88 persen atau -118,88 poin ke level 6.196,43. Seluruh sektor berada di zona merah, dengan pelemahan terdalam terjadi pada saham BMRI (-5,71 persen), AMMN (-4,27 persen), BUMI (-6,56 persen), BBRI (-1,00 persen), dan BRMS (-4,10 persen).

Pasar obligasi domestik turut mengalami tekanan. Imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) meningkat di hampir seluruh tenor, sejalan dengan kenaikan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun yang kini mendekati level 4,7 persen. Imbal hasil SBN tenor lima tahun naik 0,7 bps (basis points) menjadi 7,36 persen, sementara imbal hasil SBN tenor 10 tahun stabil di level 7,34 persen.

Editor: S. Edi Santosa

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tumbuh 8,7%, BFI Finance (BFIN) Cetak Laba Rp828,9 Miliar di Semester I/2026
Next Post PGE Gandeng Bank Mizuho Indonesia, Perkuat Pendanaan Pengembangan Panas Bumi

Member Login

or