1
1

Grup Djarum Akuisisi 4,84 Miliar Saham Bakrie Telecom

Ilustrasi akuisisi saham Bakrie Telecom oleh Protelindo (dibuat dengan AI Gemini)

Media Asuransi, JAKARTA – PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), anak usaha Grup Djarum mengakuisisi 10,86 persen saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL). Porsi tersebut setara 4,84 miliar saham dan transaksi dilakukan pada harga Rp200 per saham.

Protelindo memperoleh saham BTEL melalui konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK) senilai Rp969,35 miliar. Dalam keterbukaan informasi di BEI dikutip Selasa, 25 Agustus 2026, BTEL menjelaskan terdapat enam pihak yang melakukan konversi OWK menjadi saham.

|Baca juga: Albert Wicaksana Batal Mundur dari Direksi Bakrie Telecom (BTEL)

PT Inti Bangun Sejahtera Tbk mengonversi OWK menjadi 250,81 juta saham. PT Komet Infra Nusantara melakukan konversi sebanyak 47,36 juta saham. PT Solusi Tunas Pratama Tbk mengonversi OWK menjadi 888,12 juta saham. PT Sarana Inti Persada melakukan konversi sebanyak 35,51 juta saham. Sementara itu, PT Reka Jasa Akses melakukan konversi sebanyak 247,50 juta saham.

Jika seluruh konversi tersebut dijumlahkan, saham hasil pelaksanaan konversi OWK pada 20 Agustus 2026 mencapai 6.316.077.218 saham. Sebelum konversi dilakukan, jumlah saham BTEL yang tercatat di BEI mencapai 38.330.244.255 saham.

|Baca juga: Sama dengan MSCI, Ini Alasan FTSE Russell Tunda Penambahan Saham Indonesia

Menyusul penuntasan transaksi itu, Protelindo menjadi salah satu pemegang saham BTEL. Per akhir Juli 2026, pemegang saham BTEL antara lain Raiffeisen Bank 5,77 persen, Bakrie Global 6,89 persen, Huawei Tech 16,13 persen, Bioful 8,21 persen, Mahinda Agung 13,05 persen, pemegang saham warkat kurang 5 persen yaitu 49,65 persen, dan saham treasuri 0,3 persen.

Jumlah saham free float 19,03 miliar saham setara dengan 49,65 persen. Jumlah pemegang saham nasabah pemilik SID 99,2 pihak dari bulan sebelumnya nihil.

Editor: Irdiya Setiawan

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Pemerintah Perkuat 6 Mesin Pertumbuhan Ekonomi
Next Post Sebagian Besar Bursa Asia Kompak Menguat

Member Login

or