Terbitkan MTN Rp250 Miliar, Trimegah Sekuritas Diganjar Peringkat idA

Media Asuransi – PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) memberikan peringkat ‘idA’ atas rencana penerbitan Medium-Term Notes (MTN) II Trimegah Sekuritas Tahun 2021 dengan jumlah sebesar-besarnya Rp250 miliar, termasuk tahap I/2021 sebesar Rp122,5 miliar.

Pada saat yang sama, PEFINDO telah mempertahankan peringkat Trimegah Sekuritas dan MTN I Tahun 2018 di “idA”.

“Kami mempertahankan prospek ‘negatif’ untuk peringkat perusahaan, karena kami berpandangan bahwa profil kredit perusahaan akan tetap berada di bawah tekanan yang cukup besar selama beberapa kuartal ke depan, mempertimbangkan volatilitas dan ketidakpastian yang tinggi pada industri sekuritas di tengah pelemahan ekonomi yang disebabkan oleh pandemi,” tulis analis Pefindo Hanif Pradipta dan Putri Amanda melalui keterangan resmi yang dikutip Media Asuransi, Rabu, 10 Maret 2021.

Baca juga: Saratoga Investama (SRTG) Catatkan Laba Rp8,82 triliun

Hanif dan Putri menerangkan hal ini juga berdampak pada bisnis perantara pedagang efek, investment banking, dan aset manajemen perusahaan. “Kami juga mengantisipasi kemungkinan adanya tekanan lebih lanjut pada keseluruhan profil kredit Trimegah Sekuritas jika durasi resesi memanjang atau pemulihan ekonomi tidak secepat yang diharapkan,” jelas keduanya.

Terlepas dari pemberitaan positif terkait vaksin, menurut keduanya, pandemi Covid-19 dan efek ekonomi yang belum pernah terjadi sebelumnya ini tidak mungkin langsung hilang dalam sekejap. Kami juga berpandangan bahwa Trimegah Sekuritas dan perusahaan sekuritas independen lainnya memiliki pendanaan yang kurang stabil pada situasi kredit yang ketat, mempertimbangkan fasilitas pinjaman tanpa komitmen yang rentan terputus, hal ini berada di luar kendali debitur.

“Sehubungan dengan perkembangan pandemi, kami akan memantau dengan cermat industri pasar modal, kinerja bisnis dan keuangan perusahaan, serta posisi likuiditas perusahaan dalam memenuhi kewajiban keuangan yang harus diselesaikan.”

Efek utang dengan peringkat idA mengindikasikan bahwa kemampuan obligor untuk memenuhi komitmen keuangan jangka panjang atas efek utang tersebut, dibandingkan dengan obligor lainnya di Indonesia, adalah kuat. Walaupun demikian, kemampuan obligor mungkin akan terpengaruh oleh perubahan buruk keadaan dan kondisi ekonomi, dibandingkan dengan efek utang yang peringkatnya lebih tinggi.

Baca juga: 

Peringkat tersebut mencerminkan posisi bisnis perusahaan yang kuat, lini bisnis yang terdiversifikasi dengan baik, dan permodalan yang kuat. Namun, peringkat ini dibatasi oleh volatilitas pasar modal dan tekanan profitabilitas karena pandemi. Peringkat dapat diturunkan jika Pefindo melihat ada tekanan likuiditas yang meningkat bagi perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan yang jatuh tempo, atau jika posisi bisnis dan indikator keuangan Trimegah Sekuritas terus melemah.

Prospek dapat direvisi menjadi stabil jika dampak Covid-19 telah surut, dan perusahaan dapat secara substansial meningkatkan kinerja keuangannya secara konsisten. Trimegah Sekuritas menyediakan berbagai jenis layanan termasuk perantara pedagang efek, investment banking, riset, dan penasehat keuangan.

Melalui anak perusahaannya, PT Trimegah Asset Management, perusahaan menyediakan jasa manajemen investasi melalui berbagai jenis kelas aset, yaitu ekuitas, pendapatan tetap, dan pasar uang. Perusahaan beroperasi melalui kantor pusatnya di Jakarta dan 14 cabang, mempekerjakan 232 personil. Per 30 September 2020, pemegang saham Perusahaan adalah Advance Wealth Finance Ltd (49,23%, yang akhirnya dimiliki oleh Northstar Group 100%), PT Union Sampoerna (9,85%), manajemen (0,80%), dan publik (40,12%). Aca