Media Asuransi, SEMARANG – Di tengah dinamika industri yang penuh tantangan saat ini, kinerja asuransi kredit PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) menunjukkan ketahanan yang tetap terjaga. Dalam mendukung pembiayaan sektor produktif, khususnya UMKM, Askrindo terus memperkuat perannya dalam program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Akumulasi nilai pertanggungan KUR yang dijamin Askrindo sejak 2007 hingga triwulan I 2026 telah mencapai Rp810,3 triliun, dengan akumulasi debitur lebih dari 36,8 juta pelaku usaha.
Capaian ini mencerminkan kontribusi nyata Askrindo dalam memperluas akses pembiayaan bagi UMKM sekaligus memperkuat perannya sebagai enabler dalam ekosistem pembiayaan nasional.
|Baca juga: Angka Klaim Menyusut, Laba Bersih KUR Askrindo Melejit 598% hingga September 2025
“Kami membangun pendekatan mitigasi risiko secara end-to-end, dengan mengoptimalkan pemanfaatan data dan teknologi dalam underwriting, memperkuat kolaborasi dengan mitra perbankan, serta meningkatkan efektivitas proses klaim dan recovery. Langkah ini memungkinkan kami menjaga stabilitas kinerja sekaligus menangkap peluang pertumbuhan secara lebih terukur,” jelas Direktur Kepatuhan, SDM dan Manajemen Risiko Askrindo, R. Mahelan Prabantarikso di acara Media Gathering, Kamis malam, 7 Mei 2026.
|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Klarifikasi soal Berita Penarikan Paksa Mobil di Tangerang Selatan
Menurutnya, partisipasi aktif Askrindo dalam program KUR merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan untuk mendukung inklusi keuangan dan penguatan sektor UMKM. ‘’Dengan skala yang terus bertumbuh, kami memastikan pengelolaan risiko tetap dilakukan secara prudent agar manfaat program ini dapat dirasakan secara berkelanjutan,” ujarnya.
|Baca juga: Bos LPS Beberkan Update Program Penjaminan Polis di Rapat Berkala KSSK
Dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan, lanjut Mahelan, Askrindo menjalankan strategi diversifikasi portofolio melalui tiga pilar utama: penguatan bisnis penugasan pemerintah sebagai fondasi utama perusahaan, pengembangan segmen BUMN dan korporasi melalui layanan yang lebih terfokus, serta ekspansi bisnis ritel, termasuk produk asuransi mikro, parametrik, travel insurance, dan kendaraan bermotor. Langkah ini bagian dari strategi perusahaan untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus meningkatkan penetrasi pasar di berbagai segmen.
Ke depan, Askrindo memproyeksikan prospek industri asuransi kredit tetap positif, seiring dengan target pertumbuhan kredit perbankan di kisaran 8–12 persen pada 2026. Namun, perusahaan menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkualitas, bukan sekadar ekspansi volume.
“Kami optimis terhadap peluang pertumbuhan di 2026, terutama dengan meningkatnya kebutuhan mitigasi risiko di berbagai sektor. Namun kuncinya tetap pada satu hal: tumbuh dengan kualitas, bukan hanya mengejar volume,” tutur Mahelan.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
