Media Asuransi, JAKARTA – Sepanjang tahun 2025, Allianz Indonesia mengelola aset pada 49 jenis unitlink fund. Ada tiga fund dengan dana kelolaan tertinggi sepanjang 2025 yakni: Smartlink Equity mencapai senilai Rp5,8 triliun, diikuti oleh Smartlink Fixed Income di angka Rp1,7 triliun, dan Smartlink Balanced mencapai sebesar Rp1,4 triliun.
Di 2025, Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp 43,7 triliun (termasuk dana kelolaan Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz) bertumbuh 9,8 persen secara YoY berdasarkan laporan keuangan perusahaan 2025.
|Baca juga: Gunakan Pendekatan Investasi Disiplin, Allianz Indonesia Catat Dana Kelolaan Rp43,7 Triliun di 2025
Sementara itu, dari 49 jenis unitlink fund yang dikelola oleh Allianz Life Indonesia, ada tiga produknya berhasil mendapatkan penghargaan Unitlink Award Media Asuransi 2026, yakni: GroupLink Money Market Fund jenis unitlink Pasar Uang Berdenominasi Rupiah, Smartwealth Dollar Equity World Opportunities Funds, jenis unitlink Saham Berdenominasi Dolar AS, dan Smartwealth Dollar US Bond Fund, jenis unitlink Pendapatan Tetap Dolar AS.
|Baca juga: EMPOWERED+ Jadi Langkah Allianz Indonesia Mendorong UMKM Lebih Kompetitif
Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia Ni Made Daryanti menyampaikan, di tengah volatilitas global sepanjang 2025, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang berorientasi jangka panjang.
’’Resiliensi ekonomi domestik dan likuiditas pasar menjadi fondasi penting dalam menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil portofolio, guna mendukung komitmen perlindungan dan manfaat investasi bagi nasabah,’’ ujar Ni Made Daryanti dalam keterangan persnya, Jumat 8 Mei 2026.
Memasuki 2026, lanjut Ni Made, perseroan mempersiapkan strategi yang lebih selektif dengan menekankan kualitas aset dan pengelolaan risiko yang terukur, agar tetap selaras dengan tujuan keuangan jangka panjang nasabah.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
