1
1

Bank Mega Syariah Komitmen Perkuat Sinergi Sektor Riil dan Ekonomi Desa

Bank Mega Syariah bekerja sama dengan ICMI Orwil DKI Jakarta menggelar forum Outlook Ekonomi Syariah Market Review: Q3-2026, Proyeksi FY 2026 dan 2027 di Menara Mega Syariah, Jakarta. | Foto: Bank Mega Syariah

Media Asuransi, JAKARTA – Bank Mega Syariah bekerja sama dengan ICMI Orwil DKI Jakarta menggelar forum Outlook Ekonomi Syariah Market Review: Q3-2026, Proyeksi FY 2026 dan 2027 di Menara Mega Syariah, Jakarta.

Forum ini diselenggarakan sebagai wadah strategis untuk mempertemukan para pelaku usaha, akademisi, dan cendekiawan Muslim guna melahirkan gagasan inovatif serta kontribusi nyata dalam memperkuat ekosistem keuangan dan ekonomi syariah di Indonesia.

Forum ini turut dihadiri Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal sekaligus Ketua Orwil ICMI DKI Jakarta Ahmad Riza Patria. Kehadiran unsur pemerintah bersama pelaku industri, organisasi profesi, dan akademisi memperluas perspektif pembahasan mengenai peluang pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.

Pembahasan dalam forum juga memperkuat relevansi kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam menghubungkan industri keuangan syariah dengan aktivitas ekonomi produktif di berbagai daerah.

Dengan mempertemukan beragam pemangku kepentingan dalam satu forum, peluang kerja sama dapat dibahas dari sisi pembiayaan, pengembangan usaha, hingga perluasan akses pasar tanpa bergantung pada satu sektor atau institusi saja.

|Baca juga: Capital Market Run 2026 Kembali Digelar, Target 4.000 Peserta

|Baca juga: BRI Finance Catat Laba Naik 91,2% di Semester I/2026

Bagi Bank Mega Syariah, Direktur Bisnis Bank Mega Syariah Rasmoro Pramono Aji mengatakan, kolaborasi lintas sektor sangat krusial untuk mendorong pertumbuhan ekonomi produktif yang berkelanjutan.

“Forum ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemangku kepentingan agar gagasan dan solusi yang dihasilkan dapat memberikan manfaat nyata bagi dunia usaha dan masyarakat,” kata Oney, sapaan akrabnya, dikutip dari keterangan resminya, Rabu, 23 September 2026.

Melalui forum Outlook Ekonomi Syariah ini, seluruh pihak berdiskusi dan memetakan peluang serta tantangan industri keuangan syariah hingga 2027, mencakup perbankan syariah, pasar modal syariah, industri halal, hingga perkembangan teknologi.

Forum juga diarahkan agar gagasan yang dibahas tidak berhenti pada tataran wacana, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kolaborasi yang lebih konkret antara industri keuangan syariah, dunia usaha, akademisi, komunitas, dan ekosistem ekonomi desa.

Di sisi lain, Bank Mega Syariah secara berkala terus mencatatkan kinerja keuangan dan intermediasi yang positif. Hingga Agustus 2026, total pembiayaan perseroan mencapai Rp10,38 triliun atau tumbuh 12,73 persen secara tahunan (yoy).

Pembiayaan komersial menjadi kontributor utama sebesar Rp6,23 triliun (60,02 persen dari total portofolio), yang ditopang oleh sub-segmen corporate banking sebesar Rp4,75 triliun dan business banking sebesar Rp1,49 triliun.

Sejalan dengan kinerja pembiayaan, Bank Mega Syariah juga membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp164,95 miliar hingga Agustus 2026, tumbuh 4,11 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post BI: Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya dan Perry Warjiyo Tetap Sah
Next Post Menkeu Tegaskan Pelunasan Utang BLBI kepada BI Tak Hapus Hak Tagih Negara

Member Login

or