1
1

BTN (BBTN) Gandeng MKP Garap Pariwisata Bali, Targetkan Pertumbuhan Dana Murah Rp862 Miliar!

CEO MKP Nicholas Anggada dan Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu dalam penandatanganan kerja sama BTN dan MKP di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN membidik pertumbuhan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) hingga Rp862 miliar dalam tiga tahun ke depan melalui kerja sama digitalisasi ekosistem pariwisata dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) di Bali.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu mengatakan sektor pariwisata dipilih oleh pihaknya karena memiliki lalu lintas transaksi yang tinggi dan potensi pertumbuhan bisnis transaksi digital yang besar bagi perseroan.

“Tourism ecosystem menjadi salah satu sektor yang sangat menarik karena memiliki traffic tinggi, transaksi berulang, dan potensi CASA serta fee based income yang besar,” ujar Nixon dalam penandatanganan kerja sama BTN dan MKP di Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.

Kerja sama tersebut mencakup pengembangan layanan pembayaran dan digitalisasi transaksi di lima titik strategis pariwisata Bali, yakni Pelabuhan Matahari Terbit Sanur, Pelabuhan Serangan Denpasar, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan, serta Desa Wisata Penglipuran di Kabupaten Bangli.

CEO MKP Nicholas Anggada mengatakan lima titik tersebut menjadi gerbang utama mobilitas wisatawan domestik maupun mancanegara dengan total trafik mencapai lebih dari empat juta pengunjung setiap tahun.

Menurut dia, MKP menghadirkan sistem e-ticketing terintegrasi yang mencakup penerbitan tiket, validasi, pembayaran, distribusi, hingga data analytics. Sementara BTN menjadi satu-satunya mitra perbankan dalam sistem settlement dan acquiring payment di seluruh lokasi kerja sama.

“Kalau kita berbicara tentang pariwisata dan pelabuhan, ini tidak lagi hanya berbicara soal destinasi, tapi kita berbicara tentang bagaimana customer journey seluruh wisatawan mulai dari booking, payment, boarding, manifest data penumpang hingga transaksi di area destinasi dapat terhubung secara seamless dalam satu ekosistem digital,” ujar Nicholas.

Nixon menjelaskan BTN melalui aplikasi Balé by BTN akan berperan sebagai single settlement bank, single operation bank, sekaligus single acquiring bank pada ekosistem yang dikelola MKP. Perseroan juga akan memperkuat integrasi layanan pembayaran digital dan fitur pemesanan tiket wisata di kawasan tersebut.

|Baca juga: BRI Life Bayarkan Klaim dan Manfaat Rp1,17 Triliun di Kuartal I/2026

Dirinya menuturkan kolaborasi tersebut sejalan dengan transformasi BTN menjadi integrated consumer ecosystem bank yang memperluas fokus bisnis ke ekosistem transaksi digital dan gaya hidup masyarakat.

“Kalau selama ini orang kenal BTN itu KPR. Nah ini yang lagi kita dorong. Makanya kalau kita dorong pakai nama BTN, the image still KPR. Susah banget dorongnya. That’s why akhirnya kita buat Balé,” kata Nixon.

Nixon mengatakan total traffic pada ekosistem MKP mencapai lebih dari empat juta pengunjung per tahun dengan potensi volume transaksi sekitar Rp280 miliar per tahun. Sementara dalam proyeksi tiga tahun, projected ticketing transaction diperkirakan mencapai Rp862 miliar.

Selain membidik pertumbuhan CASA hingga Rp862 miliar, BTN juga memproyeksikan potensi fee based income sebesar Rp19 miliar dan tambahan hingga 600 ribu nasabah baru dari kerja sama tersebut.

Perseroan sebelumnya juga telah bekerja sama dengan MKP dalam digitalisasi ticketing kawasan wisata Ancol, integrasi fitur pemesanan tiket wisata di Balé by BTN, hingga digitalisasi sistem pembayaran dan core system INKOPPAS.

Nixon menambahkan ke depan BTN akan terus memperkuat penetrasi layanan digital pada sektor-sektor berbasis ekosistem untuk memperbesar kontribusi transaksi dan dana murah perseroan.

“BTN percaya masa depan perbankan bukan hanya tentang produk perbankan, tetapi tentang bagaimana bank hadir di dalam ekosistem aktivitas masyarakat,” pungkas Nixon.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post RUPST Bank Neo Commerce (BBYB) Setujui Penguatan Modal dan Rombak Direksi
Next Post IHSG Sesi I Anjlok ke 6.890

Member Login

or