Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN melihat minat masyarakat terhadap rumah secondary terus meningkat di tengah perubahan pola pembelian hunian.
Selain mempertimbangkan harga, calon pembeli kini lebih memilih rumah yang siap dihuni agar pengeluaran untuk sewa atau kos dapat langsung dialihkan menjadi cicilan KPR.
Institutional Relationship Department Head BTN Yulia Fitri Nurman mengatakan tren tersebut muncul karena selisih harga rumah baru dan rumah secondary di sejumlah kawasan sudah tidak terlalu jauh. Kondisi ini membuat rumah secondary menjadi pilihan yang lebih menarik bagi sebagian masyarakat.
“Kalau harga rumah baru dengan rumah secondary di satu wilayah sudah mirip-mirip, orang tentu lebih memilih rumah secondary karena sudah ready. Jadi begitu mulai mencicil, rumahnya langsung bisa ditempati,” ujar Yulia di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.
|Baca juga: Tren KPR Lesu, BTN (BBTN) Ungkap Biang Keroknya!
Menurutnya, keputusan membeli rumah siap huni juga berkaitan dengan upaya masyarakat mengelola arus kas. Dengan langsung menempati rumah yang dibeli, biaya sewa maupun kos dapat dihentikan sehingga dana tersebut dialihkan untuk membayar angsuran KPR.
Yulia menjelaskan perubahan tersebut menunjukkan masyarakat kini tidak lagi melihat KPR hanya sebagai sarana memiliki rumah. Mereka juga mulai mempertimbangkan keberlanjutan keuangan selama masa kredit berlangsung.
|Baca juga: DBS: Gejolak Geopolitik Ubah Sentimen Pasar RI dari Bullish Jadi Penuh Kekhawatiran
“Kalau sebelumnya rumah dipandang sebagai aset kepemilikan, sekarang masyarakat juga memikirkan affordability atau kemampuan membayar cicilan dalam jangka panjang. Karena itu mereka lebih selektif memilih produk KPR yang sesuai dengan kondisi cashflow mereka,” katanya.
BTN menilai tren rumah secondary masih berpotensi berlanjut hingga akhir 2026 seiring meningkatnya kesadaran masyarakat untuk memilih hunian yang lebih efisien, siap ditempati, dan sesuai dengan kemampuan finansial.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
