1
1

BTN (BBTN) Ingatkan Calon Pembeli Rumah Jangan Hanya Tergiur Bunga Promo, Cek Ini Sebelum Ambil KPR!

Gedung Kantor Pusat Bank BTN. | Foto: BTN

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN mengingatkan masyarakat agar tidak hanya mempertimbangkan besaran bunga promo ketika memilih Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Calon debitur juga perlu mencermati skema suku bunga setelah masa promosi berakhir, tenor kredit, besaran uang muka, hingga kemampuan membayar cicilan dalam jangka panjang. Pada konteks itu, keputusan membeli rumah sebaiknya diawali dengan perencanaan keuangan yang matang.

Institutional Relationship Department Head BTN Yulia Fitri Nurman mengatakan calon debitur perlu memastikan ketersediaan dana untuk uang muka dan biaya awal kredit tanpa mengabaikan dana darurat yang dibutuhkan guna menghadapi kondisi tidak terduga.

“Kalau ditanya kapan waktu yang tepat membeli rumah, tentu jawabannya hari ini. Sebab kalau terus ditunda, harga rumah cenderung naik. Tetapi sebelum mengambil KPR, masyarakat harus melihat kemampuan tabungan dan memastikan dana darurat tetap tersedia,” ujar Yulia, di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

|Baca juga: KPR Makin Selektif, tapi Pinhome Pede Bisnis Melesat 75% hingga Akhir 2026

|Baca juga: DBS: Gejolak Geopolitik Ubah Sentimen Pasar RI dari Bullish Jadi Penuh Kekhawatiran

Selain kesiapan dana, ia menilai, masyarakat perlu memahami seluruh skema pembiayaan yang ditawarkan bank. Banyak calon pembeli hanya berfokus pada bunga rendah di awal masa kredit, padahal besaran bunga setelah memasuki periode floating justru akan menentukan besarnya cicilan dalam jangka panjang.

Yulia menjelaskan masa bunga promo atau fixed umumnya hanya berlaku selama satu hingga lima tahun. Setelah periode tersebut berakhir, cicilan akan mengikuti bunga floating yang besarannya dapat berubah sesuai kebijakan masing-masing bank.

Karena itu, calon debitur perlu mengetahui sejak awal bagaimana mekanisme perubahan bunga agar tidak mengalami lonjakan cicilan yang mengganggu kondisi keuangan.

“Yang perlu dilihat bukan hanya bunga fixed-nya, tetapi juga bagaimana skema setelah masa fixed selesai. Nasabah harus mengetahui seperti apa bunga floating yang akan berlaku sehingga bisa memperkirakan kemampuan membayar cicilan ke depan,” katanya.

Ia menambahkan masyarakat juga sebaiknya memilih tenor yang sesuai dengan kemampuan pembayaran bulanan, bukan semata-mata mengejar cicilan paling rendah.

Menurutnya, keseimbangan antara besaran angsuran dan kondisi arus kas menjadi faktor penting agar kewajiban kredit tetap terjaga selama masa pembiayaan yang umumnya berlangsung hingga belasan tahun.

BTN menilai meningkatnya literasi masyarakat terhadap produk KPR membuat calon debitur kini semakin selektif dalam memilih pembiayaan. Pertimbangan tidak lagi terbatas pada lokasi dan harga rumah, tetapi juga mencakup keberlanjutan pembayaran cicilan agar kepemilikan rumah tetap aman dalam jangka panjang.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post KPR Makin Selektif, tapi Pinhome Pede Bisnis Melesat 75% hingga Akhir 2026
Next Post BTN (BBTN): Rumah Secondary Jadi Primadona Baru di Tengah Tekanan Ekonomi

Member Login

or