1
1

Tren KPR Lesu, BTN (BBTN) Ungkap Biang Keroknya!

Institutional Relationship Department Head BTN Yulia Fitri Nurman. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN menilai perlambatan pertumbuhan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) pada Mei 2026 dipengaruhi oleh sikap masyarakat yang semakin selektif dalam membeli rumah baru.

Di tengah tekanan daya beli dan kenaikan suku bunga, calon pembeli cenderung menunda pembelian hunian primer.

Institutional Relationship Department Head BTN Yulia Fitri Nurman mengatakan, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), pertumbuhan industri KPR pada Mei 2026 tercatat turun sekitar 4,7 persen. Menurutnya, kondisi tersebut sejalan dengan melambatnya penjualan rumah baru yang juga dirasakan para pengembang.

“Karena memang saat ini masyarakat milih-milih, selektif banget untuk KPR baru. Jadi lebih ke primary. Kalau ditanya ke developer juga penjualan lagi turun. Mungkin daya beli masyarakat untuk rumah baru memang sedang turun,” ujar Yulia di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

Di sisi lain, BTN melihat adanya perubahan preferensi masyarakat ke pasar rumah sekunder dan fasilitas pengalihan kredit atau take over KPR. Pergeseran dinilai terjadi karena harga rumah bekas lebih kompetitif, sekaligus memberikan peluang bagi nasabah untuk memperoleh skema pembiayaan yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini.

Yulia mengatakan tren tersebut menjadi peluang baru bagi BTN untuk memperkuat bisnis KPR, khususnya melalui kerja sama dengan Pinhome. Perseroan pun mulai memfokuskan pengembangan layanan take over seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk tersebut.

|Baca juga: OJK Belum Bisa Pastikan Dampak Iuran Program Penjaminan Polis terhadap Premi Asuransi

|Baca juga: BP BUMN Minta Direksi Bank Mandiri (BMRI) Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

“Kalau saya pribadi melihat nanti ada perubahan tren dari yang primary itu berubah ke second sama yang ke take over. Jadi kita melihat fokusnya memang ke take over,” katanya.

BTN juga mencatat minat terhadap layanan take over KPR melalui kerja sama dengan Pinhome terus meningkat. Hingga sekitar dua bulan setelah kerja sama berjalan, perseroan telah menerima sekitar 200 hingga 300 leads dengan nilai pembiayaan rata-rata berkisar Rp300 juta hingga Rp500 juta.

Perseroan optimistis tren tersebut akan terus berlanjut. Berdasarkan data internal BTN, pembiayaan take over pada semester I/2026 meningkat sekitar 40 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Untuk mendukung pertumbuhan tersebut, BTN menghadirkan berbagai program, salah satunya fasilitas instant approval yang memungkinkan proses pengalihan KPR dilakukan lebih cepat tanpa analisis kredit ulang, sepanjang memenuhi persyaratan yang ditetapkan bank.

“Kita optimistis take over makin meningkat. Makanya kita bikin program-program khusus, seperti instant approval. Jadi nasabah tidak perlu analisis ulang saat pindah KPR ke BTN, tentu dengan syarat dan ketentuan yang berlaku,” pungkas Yulia.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post DBS: Gejolak Geopolitik Ubah Sentimen Pasar RI dari Bullish Jadi Penuh Kekhawatiran
Next Post KPR Makin Selektif, tapi Pinhome Pede Bisnis Melesat 75% hingga Akhir 2026

Member Login

or