Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) atau Danamon membukukan laba bersih konsolidasian sebesar Rp2,4 triliun atau tumbuh 33 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Kinerja profitabilitas ini didukung oleh pertumbuhan total kredit dan trade finance konsolidasian sebesar 12 persen secara year-on-year (yoy), yang sejalan dengan pertumbuhan simpanan nasabah sebesar 14 persen yoy.
Direktur Utama Danamon Nobuya Kawasaki menjelaskan Danamon sepanjang semester pertama 2026 konsisten merealisasikan fokus strategis untuk mendorong pertumbuhan berkelanjutan dan memperkuat kolaborasi dalam ekosistem finansial grup.
“Salah satu aksi korporasi yang kami lakukan adalah penyertaan modal pada PT Home Credit Indonesia (HCI) yang menjadikan Danamon sebagai pemegang saham pengendali HCI,” kata Nobuya, dalam konferensi pers virtual Kinerja Semester I/2026 Bank Danamon, Kamis, 30 Juli 2026.
Aktivitas intermediasi Danamon menunjukkan performa yang solid sepanjang paruh pertama 2026. Danamon mencatatkan total kredit dan trade finance konsolidasian tumbuh sebesar 12 persen secara tahunan hingga mencapai Rp230,1 triliun.
|Baca juga: Pinhome: Calon Pembeli Rumah Kini Lebih Selektif Memilih Skema Pembiayaan
|Baca juga: GoTo Cetak Laba Bersih Rp252 Miliar di Kuartal II/2026
Pertumbuhan total kredit dan trade finance ditopang oleh performa pada lini bisnis Enterprise Banking and Financial Institution yang naik sebesar 19 persen menjadi Rp109,7 triliun, serta diikuti dengan pertumbuhan berkelanjutan dari lini bisnis SME Banking, Consumer Banking, dan anak perusahaan Danamon.
Pada sisi penghimpunan dana, Danamon membukukan total rekening giro, rekening tabungan atau Current Account and Savings Account (CASA) dan deposito konsolidasian sebesar Rp181,7 triliun, meningkat 14 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.
Danamon terus mencatatkan pertumbuhan profitabilitas yang solid, ditopang oleh ekspansi bisnis yang berimbang dan pengelolaan risiko yang berhati-hati. Pendapatan operasional meningkat tujuh persen secara tahunan menjadi Rp12,6 triliun, turut mendukung pencapaian laba bersih setelah pajak (NPAT) sebesar Rp2,4 triliun.
Sejalan dengan hal tersebut, Danamon membukukan margin bunga bersih (NIM) sebesar 8,1 persen. Sedangkan kualitas aset Danamon tetap terjaga seiring dengan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.
Per 30 Juni 2026, rasio Loan at Risk (LAR), berhasil diturunkan menjadi 7,8 persen, membaik 263 basis poin dari periode yang sama tahun sebelumnya. Di saat yang sama, Danamon terus mempertahankan tingkat pencadangan yang solid, tercermin dari rasio cakupan NPL (NPL coverage ratio) yang mencapai 282,4 persen.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
