1
1

Kredit BRI (BBRI) Tumbuh 16,2% Jadi Rp1.646 Triliun di Semester I/2026

Menara BRI. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) atau BRI mencatat pertumbuhan kredit yang cukup agresif hingga akhir semester I/2026. Kredit dan pembiayaan BRI Group mencapai Rp1.646 triliun, tumbuh 16,2 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

Pertumbuhan kredit tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kredit industri perbankan nasional yang mencapai 12,7 persen yoy pada periode yang sama. Meski ekspansi kredit berjalan kencang, namun BRI juga mencatat perbaikan kualitas aset dan fundamental bisnis.

Berdasarkan kinerja hingga Juni 2026, pertumbuhan kredit menjadi salah satu penopang utama peningkatan aset BRI. Aset konsolidasian perseroan tercatat Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7 persen yoy, dengan pertumbuhan terutama ditopang oleh kredit dan pembiayaan.

Dari sisi pendanaan, ekspansi tersebut didukung oleh Dana Pihak Ketiga (DPK) yang mencapai Rp1.581 triliun, tumbuh 6,7 persen yoy. Sementara itu, net interest income BRI meningkat 9,9 persen yoy menjadi Rp80,5 triliun dan Pre-Provision Operating Profit (PPOP) naik 12,8 persen menjadi Rp65,7 triliun.

|Baca juga: Klaim Asuransi Menghantui Perusahaan Usai Banjir Bandang Nepal Hilangkan Ratusan Turis Asing

|Baca juga: Laba BRI (BBRI) Naik 17,5%, Tembus Rp31,2 Triliun di Semester I/2026

Direktur Utama BRI Hery Gunardi mengatakan perseroan terus memperkuat bisnis inti, terutama segmen mikro, sembari mengembangkan sumber pertumbuhan baru. Strategi tersebut dilakukan melalui penyempurnaan proses bisnis, penguatan tenaga pemasar atau mantri, serta penerapan manajemen risiko yang lebih granular.

“Transformasi yang kami jalankan bukan semata untuk mengejar pertumbuhan yang tinggi. Fokus kami adalah memastikan BRI memiliki mesin pertumbuhan yang semakin terdiversifikasi, sehat, berkualitas, dan berkelanjutan,” ujar Hery dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Senin, 31 Agustus 2026.

“Berbagai agenda tersebut telah kami eksekusi dan mulai memberikan dampak positif terhadap fundamental maupun kinerja keuangan BRI,” tambah Hery.

Di tengah ekspansi kredit tersebut, kualitas aset BRI justru menunjukkan perbaikan. Rasio Non-Performing Loan (NPL) turun dari 3,0 persen pada triwulan II/2025 menjadi 2,9 persen pada triwulan II/2026. Cost of Credit (CoC) juga membaik dari 3,4 persen menjadi 3,1 persen.

Segmen Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih menjadi kontributor terbesar dalam portofolio kredit BRI. Hingga akhir triwulan II/2026, kredit kepada UMKM mencapai Rp1.235,4 triliun atau tumbuh 8,6 persen yoy. Porsi tersebut setara dengan sekitar 75,1 persen dari total kredit dan pembiayaan BRI Group.

Selain kredit komersial, BRI juga terus mendorong pembiayaan UMKM melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Sepanjang Januari hingga Juni 2026, penyaluran KUR BRI mencapai Rp103,8 triliun kepada lebih dari 2 juta debitur.

Pertumbuhan kredit dan perbaikan kualitas aset tersebut turut menopang profitabilitas perseroan. Hingga akhir triwulan II/2026, BRI Group membukukan laba bersih Rp31,2 triliun, tumbuh 17,5 persen yoy. Return on Equity (ROE) juga meningkat dari 16,6 persen menjadi 18,8 persen.

Hery menegaskan ekspansi bisnis BRI tidak hanya diarahkan untuk mengejar pertumbuhan kredit, tetapi juga memastikan pertumbuhan tersebut berasal dari fundamental yang semakin sehat dan memberikan manfaat bagi perekonomian.

“Capaian tersebut menunjukkan transformasi mulai kami konversikan menjadi kinerja. Bagi kami, yang terpenting bukan hanya seberapa cepat BRI bertumbuh, tetapi bagaimana pertumbuhan tersebut dihasilkan dari fundamental yang semakin sehat dan pada saat bersamaan memberikan manfaat semakin luas,” pungkas Hery.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post 30 Tahun Allianz Life Indonesia, Memperkuat Kepercayaan melalui Brand dan Kinerja Bisnis

Member Login

or