1
1

OCBC (NISP) Sebut Volatilitas Pasar Bikin Nasabah Makin Butuh Pendampingan Investasi

Gedung OCBC. | Foto: OCBC

Media Asuransi, JAKARTA – Ketidakpastian ekonomi yang dipicu dinamika geopolitik, politik, hingga kebijakan fiskal dinilai meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan wealth management.

Di tengah kondisi tersebut, OCBC Indonesia melihat nasabah semakin membutuhkan pendampingan untuk menyusun strategi investasi yang sesuai dengan tujuan keuangan mereka.

Premier Banking Segment Head OCBC Indonesia Stephanie Kristanto mengatakan perubahan kondisi ekonomi merupakan bagian dari siklus yang akan terus terjadi. Karena itu, peran wealth management bukan lagi sekadar menyediakan produk investasi, tetapi menjadi mitra yang membantu nasabah beradaptasi dengan dinamika pasar.

|Baca juga: Tumbuh 29,8%, BEI Cetak Pendapatan Konsolidasi Rp3,66 Triliun di 2025

“Dalam kondisi apa pun, kalau kita ngomongin cycle, itu siklus ekonomi selalu ada. Jadi lebih kaya sebagai partner untuk membantu memberi advisor kepada nasabah bagaimana mengadaptasi dalam kondisi pasar seperti ini,” ujar Stephanie, dalam Media Chit-chat, di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut dia, berbagai faktor eksternal mulai dari geopolitik hingga kebijakan politik dan fiskal berdampak terhadap inflasi, daya beli, hingga pergerakan pasar modal. Kondisi tersebut membuat komposisi portofolio investasi perlu dievaluasi secara berkala agar tetap selaras dengan target keuangan nasabah.

|Baca juga: Pendapatan Asuransi Tri Pakarta (TRIPA) Naik 9,52% Jadi Rp1,57 Triliun pada 2025

Untuk mendukung hal tersebut, OCBC mengandalkan layanan Wealth Discovery yang didukung Relationship Manager (RM). Melalui layanan itu, nasabah memperoleh rekomendasi penyesuaian portofolio sesuai kondisi pasar tanpa mengubah tujuan investasi yang telah ditetapkan.

Stephanie menegaskan strategi investasi setiap nasabah tidak bisa disamaratakan. Menurutnya, yang perlu disesuaikan adalah komposisi portofolionya, sementara tujuan keuangan tetap menjadi acuan utama.

“Tidak ada satu portofolio fits all. Yang penting adalah tujuannya. Kalau tujuannya sudah fixed, yang berubah itu bagaimana portofolionya ini bisa survive dalam kondisi ekonomi yang terus berubah,” tutup Stephanie.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post AAJI Ingatkan Bahaya Perang Harga Premi di Tengah Lonjakan Inflasi Medis
Next Post Asuransi Tri Pakarta Nilai Kenaikan BI-Rate Bawa Berkah bagi Kinerja Investasi

Member Login

or