Media Asuransi, JAKARTA – Libur panjang kerap kali menjadi momen bagi masyarakat untuk bepergian bersama kerabat, atau keluarga. Seiring meningkatnya tren road trip, mobil pribadi pun menjadi moda transportasi favorit karena menawarkan fleksibilitas dalam menentukan rute maupun waktu perjalanan.
Di balik tingginya minat tersebut, durasi perjalanan yang lebih panjang, kondisi jalan yang beragam, hingga intensitas penggunaan kendaraan dapat meningkatkan potensi terjadinya risiko apabila tidak diantisipasi dengan baik.
Pengalaman Allianz Utama Indonesia dalam menangani klaim kendaraan menunjukkan bahwa berbagai risiko tersebut merupakan kondisi nyata yang dapat dialami oleh pemilik kendaraan. Sepanjang Semester I 2026, Allianz Utama Indonesia mencatat sebanyak 1.722 klaim kendaraan dengan total nilai klaim yang dibayarkan mencapai lebih dari Rp17 miliar.
‘’Dari nilai klaim tersebut, tabrakan dengan kendaraan lain (collision with another vehicle) menjadi penyebab klaim terbanyak, dengan 1.046 kasus atau sekitar 60,7% dari total klaim. Selanjutnya, tabrakan dengan properti (collision with other property) menjadi penyebab terbanyak kedua dengan 556 kasus, disusul oleh benturan (impact) dengan 99 kasus,’’ ujar Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan dalam keterangannya, Jumat, 14 Agustus 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa risiko kendaraan dapat terjadi dalam berbagai situasi, termasuk ketika masyarakat melakukan perjalanan jarak jauh. Karena itu, persiapan kendaraan dan kesiapan pengemudi menjadi faktor penting untuk membantu mengurangi potensi gangguan selama perjalanan.
“Meningkatnya mobilitas masyarakat pada momen libur panjang tentu menjadi hal yang positif. Namun, semakin jauh kendaraan digunakan dan semakin lama berada di jalan, semakin besar pula potensi risiko yang dihadapi. Berdasarkan pengalaman kami dalam menangani klaim, banyak insiden yang sebenarnya dapat diminimalkan melalui persiapan kendaraan yang baik serta kebiasaan berkendara yang lebih aman,” ujar Ignatius Hendrawan.
Menurutnya, masyarakat umumnya telah mempersiapkan berbagai aspek perjalanan, mulai dari destinasi, akomodasi, hingga rencana aktivitas selama liburan. Namun, kondisi kendaraan masih menjadi salah satu hal yang sering terlewat untuk diperiksa secara menyeluruh sebelum berangkat.
Padahal, pemeriksaan kondisi kendaraan sebelum melakukan perjalanan jauh dapat membantu mengurangi potensi gangguan selama perjalanan. Selain memastikan komponen utama kendaraan berada dalam kondisi baik, pengemudi juga perlu memahami karakteristik rute yang akan dilalui serta mempersiapkan diri agar tetap fokus selama berkendara.
|Baca juga: Allianz Bagikan Tips Manfaat Asuransi Perjalanan untuk Perjalanan Domestik
Allianz Utama membagikan beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perjalanan jarak jauh agar risiko di perjalanan dapat diminimalkan.
- Jangan hanya mengecek kondisi kendaraan, pahami batas kemampuan kendaraan
Sebelum melakukan perjalanan jauh, pemilik kendaraan perlu memastikan kendaraan siap digunakan dalam durasi panjang, terutama apabila rute yang dipilih memiliki karakteristik berbeda, seperti jalur tol panjang, tanjakan, maupun medan dengan kondisi jalan tertentu. Perhatikan kondisi komponen utama seperti ban, rem, mesin, sistem pendingin, hingga kapasitas kendaraan agar tetap sesuai dengan kebutuhan perjalanan.
- Sesuaikan persiapan kendaraan dengan destinasi yang dituju
Setiap destinasi memiliki karakteristik risiko yang berbeda. Perjalanan menuju daerah dengan curah hujan tinggi perlu mempertimbangkan potensi genangan, sementara perjalanan menuju wilayah pegunungan membutuhkan perhatian lebih terhadap kondisi rem dan performa kendaraan saat melewati tanjakan maupun turunan. Memahami karakteristik rute sejak awal membantu pemilik kendaraan melakukan persiapan yang lebih tepat.
|Baca juga: Allianz Hadirkan Produk Asuransi Perjalanan untuk Lansia hingga Usia 85 Tahun
- Pastikan kondisi pengemudi siap untuk perjalanan jarak jauh
Risiko perjalanan tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi kendaraan, tetapi juga faktor pengemudi. Sebelum memulai perjalanan, pastikan pengemudi memiliki waktu istirahat yang cukup dan tidak memaksakan berkendara dalam kondisi lelah. Rencanakan waktu perjalanan dengan mempertimbangkan jeda istirahat secara berkala agar konsentrasi tetap terjaga selama berkendara.
- Siapkan langkah antisipasi apabila terjadi kendala di perjalanan
Meski kendaraan telah dipersiapkan dengan baik, risiko seperti ban bocor, kendaraan mogok, atau kecelakaan ringan tetap dapat terjadi sewaktu-waktu. Karena itu, pastikan membawa perlengkapan darurat seperti ban cadangan, dongkrak, kotak P3K, serta mengetahui informasi layanan bantuan yang dapat dihubungi apabila menghadapi kendala selama perjalanan.
- Pastikan kendaraan memiliki perlindungan yang sesuai
Selain memastikan kesiapan kendaraan secara fisik, pemilik kendaraan juga perlu mengevaluasi kembali perlindungan yang dimiliki sebelum melakukan perjalanan jauh. Pastikan polis asuransi kendaraan masih aktif dan pahami cakupan manfaat yang diberikan agar perlindungan yang dimiliki sesuai kebutuhan serta dapat membantu mengurangi dampak finansial apabila terjadi risiko yang tidak diharapkan.
Hendrawan mengatakan, untuk membantu memberikan perlindungan terhadap berbagai risiko kendaraan, Allianz MobilKu memiliki dua pilihan manfaat perlindungan, yaitu comprehensive dan total loss only (TLO). Perlindungan comprehensive mencakup berbagai kerusakan kendaraan sesuai dengan ketentuan polis, sementara TLO memberikan perlindungan atas kerusakan dengan biaya perbaikan yang mencapai sekurang-kurangnya 75 persen dari harga kendaraan atau kehilangan kendaraan akibat pencurian.
Allianz MobilKu juga dilengkapi dengan layanan pendukung, seperti Emergency Road Assistance (ERA) yang siap melayani 24/7, layanan klaim digital, serta jaringan rekanan bengkel Allianz.
“Road trip seharusnya menjadi kesempatan untuk menikmati waktu bersama keluarga, bukan justru menjadi sumber kekhawatiran ketika terjadi kendala di perjalanan. Karena itu, selain memastikan kendaraan dalam kondisi prima, penting bagi pemilik kendaraan untuk memahami risiko yang mungkin dihadapi dan mempersiapkan perlindungan yang sesuai. Dengan begitu, ketika risiko terjadi, dampaknya terhadap perjalanan maupun kondisi finansial dapat diminimalkan,” pungkasnya.
Editor : Wahyu Widiastuti
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

