1
1

KPR Makin Selektif, tapi Pinhome Pede Bisnis Melesat 75% hingga Akhir 2026

Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinhome Dayu Dara Permata. | Foto: Media Asuransi/Muh Fajrul Falah

Media Asuransi, JAKARTA – Di tengah suku bunga yang masih tinggi dan penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang semakin selektif, platform properti Pinhome tetap optimistis mampu mencatat pertumbuhan bisnis signifikan.

Bersama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) atau BTN, perusahaan menargetkan pertumbuhan bisnis sebesar 50 persen sampai dengan 75 persen hingga akhir 2026 melalui kolaborasi layanan KPR digital.

Co-Founder dan Chief Executive Officer Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan kerja sama yang baru diresmikan sekitar dua bulan lalu tersebut telah menghasilkan potensi leads yang dinilai cukup menjanjikan. Bahkan, sebagian calon nasabah telah memperoleh fasilitas instant approval dari BTN karena memenuhi persyaratan kredit.

“Kita sudah banyak mendapatkan dan mengalokasikan leads ke BTN juga. Barusan baru ngobrol sebelum acara ini bahwa potensinya sudah bagus dan mudah-mudahan bisa di-convert menjadi disbursement,” kata Dayu kepada Media Asuransi di Jakarta, Rabu, 29 Juli 2026.

“Banyak dari leads itu juga mendapatkan fasilitas instant approval dari BTN karena memenuhi kriteria,” tambah Dayu.

Ia menuturkan kerja sama Pinhome dan BTN mencakup pembiayaan KPR rumah baru (primary), secondary, hingga fasilitas take over KPR. Melalui kolaborasi tersebut, Pinhome juga menghadirkan berbagai penawaran eksklusif yang lebih dulu tersedia di platformnya sebelum dibuka secara lebih luas kepada masyarakat.

|Baca juga: OJK Belum Bisa Pastikan Dampak Iuran Program Penjaminan Polis terhadap Premi Asuransi

|Baca juga: BP BUMN Minta Direksi Bank Mandiri (BMRI) Fokus Tingkatkan Kualitas SDM

Menurut Dayu, daya tarik kerja sama tersebut juga diperkuat oleh berbagai program BTN, mulai dari suku bunga KPR yang kompetitif, promo biaya provisi, hingga kemudahan bagi nasabah yang ingin memindahkan fasilitas KPR dari bank lain ke BTN.

“BTN memberikan banyak sekali program yang atraktif bagi yang mau take over atau untuk KPR baru. Rate mulai dari 2,65 persen, kemudian ada berbagai diskon provisi, sehingga menjadi daya tarik bagi konsumen,” ujarnya.

Meski mengakui kondisi ekonomi masih menekan daya beli masyarakat dan membuat bank lebih berhati-hati dalam menyalurkan kredit, namun Dayu menilai permintaan terhadap hunian tetap ada.

Karena itu, Pinhome terus mendorong masyarakat untuk merencanakan kebutuhan propertinya dengan lebih matang, baik untuk membeli, menjual, maupun merenovasi rumah.

Ia menjelaskan saat ini perbankan memang memperketat berbagai aspek dalam penilaian KPR, mulai dari besaran plafon kredit, hasil appraisal, lokasi, hingga kondisi fisik properti. Namun, hal tersebut bukan berarti bank menghentikan penyaluran pembiayaan.

“Bank semakin selektif, bukan berarti mengerem atau berhenti. Mereka tetap semangat menggelontorkan dana KPR, hanya memang ada penyesuaian dalam proses penilaian kredit,” jelasnya.

Di tengah tantangan tersebut, Pinhome tetap memasang target agresif. Perusahaan membidik pertumbuhan bisnis high single digit setiap bulan dengan harapan dapat mencapai kenaikan 50 persen hingga 75 persen sampai akhir 2026.

“Meskipun dengan segala tantangan ekonomi ini, kami masih berharap bisa tumbuh high single digit setiap bulan. Mudah-mudahan sampai akhir tahun bisa tumbuh 50 persen sampai 75 persen,” pungkas Dayu.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tren KPR Lesu, BTN (BBTN) Ungkap Biang Keroknya!
Next Post BTN (BBTN) Ingatkan Calon Pembeli Rumah Jangan Hanya Tergiur Bunga Promo, Cek Ini Sebelum Ambil KPR!

Member Login

or