1
🇮🇩 Indonesia
🇬🇧 English
🇨🇳 中文 (简体)
🇯🇵 日本語
🇰🇷 한국어
🇸🇦 العربية
🇲🇾 Melayu
🇹🇭 ภาษาไทย
🇻🇳 Tiếng Việt
1

Laba Nippon Life Naik 24,7% di Kuartal I/2026

Ilustrasi. | Foto: Asia Insurance Review

Media Asuransi, GLOBAL – Nippon Life mencatatkan kenaikan laba operasional inti sebesar 24,7 persen secara tahunan menjadi JPY260,8 miliar pada kuartal I/2026. Di tengah peningkatan laba, rasio solvabilitas ekonomi atau Economic Solvency Ratio (ESR) Nippon Life turun menjadi 190 persen dari sebelumnya 195 persen.

Mengutip Insurance Asia, Rabu, 19 Agustus 2026, CreditSights menilai, posisi permodalan perusahaan masih kuat karena ESR tersebut masih jauh di atas batas pengawasan sebesar 100 persen.

Penurunan ESR terutama dipengaruhi kenaikan suku bunga yang meningkatkan risiko mass lapse atau pembatalan polis secara besar-besaran. Namun, posisi modal Nippon Life dinilai masih cukup solid untuk menghadapi risiko tersebut.

Pendapatan konsolidasi dari bisnis asuransi dan jasa juga meningkat 24,9 persen secara tahunan menjadi JPY2.848,5 miliar. Kenaikan ini terutama ditopang oleh meningkatnya penjualan produk whole life dengan premi tunggal dan anuitas grup di perusahaan induk.

Kinerja tersebut juga mendapat tambahan dari Resolution Life dan Acenda Group yang untuk pertama kalinya memberikan kontribusi penuh selama satu kuartal setelah masuk dalam konsolidasi Nippon Life.

|Baca juga: China Dorong Warga Berobat Dekat Rumah, Dana Asuransi Dialihkan ke Klinik

|Baca juga: Hanwha Life Bekali 2.728 Karyawan dengan AI, Siapkan 58 Proyek Baru

Dari bisnis internasional, Resolution Life mencatat laba inti sebesar JPY17,8 miliar. Laba inti lokal perusahaan tersebut bahkan melonjak 418,2 persen menjadi JPY18,1 miliar.

Sementara itu, Corebridge menyumbang JPY24,2 miliar melalui metode ekuitas. Berbeda dengan dua entitas tersebut, Acenda Group mencatatkan kerugian sebesar JPY7,4 miliar. Di tingkat perusahaan induk, Nippon Life melanjutkan penyesuaian portofolio surat utang pemerintah Jepang atau Japanese Government Bonds (JGB).

Kerugian dari penjualan surat berharga meningkat JPY25,8 miliar menjadi JPY223,1 miliar. Pada saat yang sama, kepemilikan JGB turun menjadi JPY25.873,3 miliar dari sebelumnya JPY26.458,9 miliar. Meski menghadapi kenaikan kerugian valuasi, namun pendapatan investasi bersih Nippon Life tetap tumbuh 4,3 persen menjadi JPY210,9 miliar.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Etiqa Insurance Singapore Tunjuk Claudia Soh Jadi CEO Baru
Next Post Teknologi AI di TrueSight Perkecil Potensi Kerugian Perusahaan Asuransi

Member Login

or