1
1

Allianz Global Insurance Report 2026: Ketahanan Menjadi Kunci Pertumbuhan Industri Asuransi

Allianz Global Investors didirikan sebagai bisnis manajemen aset pada tahun 1998. | Foto: AllianzGI

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Research merilis laporan terbaru Global Insurance Report, yang menganalisis perkembangan pasar asuransi di seluruh dunia.Menurut laporan, industri asuransi global diperkirakan tumbuh sebesar +7,1 persen menjadi EUR 6,9 triliun pada tahun 2025, dengan tambahan premi sebesar EUR 456 miliar.

Meskipun melambat dibandingkan pertumbuhan luar biasa +9,4 persen pada 2024, kinerja ini masih berada jauh di atas rata-rata pertumbuhan tahunan majemuk (CAGR) sepuluh tahun sebesar +5,6 persen, menunjukkan bahwa pendorong utama pertumbuhan industri tetap solid. Asuransi jiwa tetap menjadi segmen terbesar (EUR 2.861 miliar), diikuti oleh asuransi umum sebesar EUR 2.320 miliar, dan asuransi kesehatan sebesar EUR 1.688 miliar.

|Baca juga: Allianz Global Insurance Report 2026: Pasar Asuransi Indonesia Melonjak 11%

Pasar asuransi kerugian menuju normalisasi setelah periode kenaikan harga. Premi global meningkat +3,8 persen pada 2025, jauh di bawah pertumbuhan +8,5 persen pada tahun sebelumnya dan di bawah rata-rata CAGR sepuluh tahun sebesar +5,6 persen, seiring dengan semakin matangnya siklus harga dan mulai stabilnya inflasi klaim. Amerika Utara tetap menjadi pasar terbesar dengan kontribusi 52 persen terhadap premi global, meskipun pertumbuhannya melambat menjadi +2,2 persen dari +9,7 persen pada tahun sebelumnya. Eropa Barat relatif lebih tangguh dengan pertumbuhan +5,3 persen, sementara Asia mencatat pertumbuhan yang lebih moderat sebesar +4,0 persen.

Pasar asuransi jiwa tetap menunjukkan kinerja kuat pada 2025, meskipun lonjakan luar biasa pasca-kenaikan suku bunga di Amerika Utara terlihat mulai kehilangan momentum. Secara global, premi asuransi jiwa tumbuh sebesar +6,9 persen pada 2025, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan yang sangat kuat sebesar +11,3 persen pada 2024, namun masih berada di atas rata-rata historis.

|Baca juga: Allianz Research: Permintaan Asuransi Kesehatan Melonjak di Tengah Kenaikan Biaya Medis

Perlambatan ini terutama didorong oleh Amerika Utara, di mana lonjakan produk anuitas yang sebelumnya ditopang oleh rumah tangga yang mengunci imbal hasil lebih tinggi mulai mereda.

Sementara itu, Asia kembali menjadi motor utama pertumbuhan industri, dengan premi asuransi jiwa meningkat +9,9 persen pada 2025, dengan Tiongkok mencatat pertumbuhan sebesar +11,4 persen. Asia tetap menjadi pasar asuransi jiwa terbesar di dunia, didukung oleh faktor demografi seperti penuaan populasi, tingkat tabungan yang tinggi, serta sistem pensiun publik yang relatif belum sepenuhnya komprehensif.

|Baca juga: Allianz Global Investors  Jalin Kemitraan dengan Talanx Ekspansi Jaringan Listrik Amprion di Jerman

Sementara, asuransi kesehatan semakin menjadi pertumbuhan struktural yang paling menonjol di industri asuransi. Secara global, premi asuransi kesehatan meningkat +12,3 persen pada 2025, merupakan pertumbuhan terkuat sejak 2014. Kenaikan ini didorong oleh penuaan populasi, meningkatnya biaya medis, serta tekanan terhadap sistem kesehatan publik yang terus mendorong permintaan terhadap asuransi swasta. Amerika Utara mencatat pertumbuhan sebesar +14,9 persen, seiring dengan akselerasi inflasi medis, dan Amerika Serikat kini menyumbang lebih dari 70 persen total premi asuransi kesehatan global. Meskipun terjadi normalisasi pasca lonjakan pandemi, potensi pertumbuhan jangka panjang tetap sangat tinggi, terutama di Asia, dimana penetrasi asuransi kesehatan masih di bawah 1 persen di hampir seluruh negara.

Geopolitik dan fragmentasi kian menjadi kekuatan utama yang membentuk industri asuransi. Perekonomian global yang semakin terfragmentasi membuat lanskap risiko menjadi lebih kompleks, menantang model bisnis lintas negara dan mengurangi manfaat diversifikasi tradisional.

Di saat yang sama, fragmentasi juga membuka peluang baru dengan meningkatnya kebutuhan akan proteksi, ketahanan, dan transfer risiko khusus—termasuk di bidang infrastruktur, keamanan energi, dan risiko politik. Perusahaan asuransi perlu beradaptasi mengembangkan model operasional yang lebih tangguh secara regional, mengintegrasikan analisis geopolitik dalam proses underwriting dan alokasi modal, serta menghadirkan produk yang sesuai dengan risiko-risiko baru.

Editor  Wahyu Widiastuti

 

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Global Insurance Report 2026: Pasar Asuransi Indonesia Melonjak 11%

Member Login

or