1
1

Harga BBM Naik Gila-gilaan, Asuransi Kendaraan Bakal Kena Getah?

Ketua Dewan Asuransi Indonesia Yulius Bhayangkara. | Foto: Media Asuransi/Arief Wahyudi

Media Asuransi, JAKARTA – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax dan Pertamax Green yang berlaku mulai 10 Juni 2026 memantik kekhawatiran serius di industri asuransi.

Dewan Asuransi Indonesia (DAI) mewaspadai sejumlah risiko yang berpotensi menekan kinerja sektor asuransi, khususnya segmen kendaraan.

|Baca juga: OJK Beberkan Biang Kerok ROI Dana Pensiun Tergerus di Awal 2026

|Baca juga: Ekonom DBS Bongkar Alasan BI Bikin Kejutan Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal

Sebagai informasi, Pertamina Patra Niaga resmi menaikkan harga Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, serta Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 menjadi Rp17.000 per liter.

Merespons hal tersebut, Ketua Umum DAI Yulius Bhayangkara menegaskan pihaknya terus memantau perkembangan situasi secara cermat. “Saat ini kami mengamati dengan baik perubahan yang dinamis ini,” ujar Yulius kepada Media Asuransi di Jakarta, Kamis 11 Juni 2026.

Yulius merinci sedikitnya ada lima potensi dampak yang diidentifikasi DAI akibat kenaikan BBM ini, yakni kenaikan biaya operasional, pelemahan daya beli masyarakat, dan ketidakcukupan nilai pertanggungan untuk jaminan asuransi umum.

|Baca juga: Laba bersih GMFI Melonjak 78,28% dan Pendapatan Tumbuh 20,53% di Kuartal/2026

|Baca juga: BPI Danantara Diusulkan untuk Dilibatkan Bahas Asumsi Makro Negara

Selain itu, terdapat pula dampak lainnya seperti penurunan ekspansi kredit akibat kenaikan bunga yang berujung berkurangnya proyek-proyek baru yang akan diasuransikan, hingga potensi kenaikan performa NPL yang berimbas pada asuransi kredit.

Tekanan tersebut dinilai cukup signifikan untuk memengaruhi laju pertumbuhan premi asuransi kendaraan apabila daya beli masyarakat terus tergerus hingga akhir tahun. Meski demikian, Yulius menyebut, DAI belum mengambil langkah revisi target pertumbuhan premi.

|Baca juga: Bank Mestika (BBMD) Bidik Naik Kelas ke KBMI 2 Sebelum 2028

|Baca juga: KB Bank (BBKP) Dukung Ekspansi MGM Bosco Logistics untuk Perkuat Ekosistem Rantai Dingin Nasional

Namun demikian, antisipasi terhadap skenario terburuk telah disiapkan. “Belum (ada revisi target pendapatan premi) tapi memang ada persiapan untuk skenario B,” pungkasnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post IHSG Ditutup Melemah Tipis

Member Login

or