1
1

Bos Visa: Indonesia Masuki Fase Penting dalam Perjalanan Digital

Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari. | Foto: Visa Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Visa (NYSE: V), perusahaan pembayaran digital, baru‑baru ini mempertemukan para pemimpin senior dari seluruh ekosistem pembayaran dan perbankan Indonesia dalam forum tahunan, Visa Indonesia Client Forum, yang diselenggarakan di Bali.

Sebagai platform penting untuk membangun masa depan industri, forum ini berfokus pada kondisi pasar yang mulai mengalami pergeseran pesat menuju perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI).

|Baca juga: Indofood (INDF) Cetak Penjualan Rp33,89 Triliun di Triwulan I/2026

|Baca juga: Legislator Lempar Pujian untuk IFG Life, Ternyata Ini Alasannya!

Ketika AI mendorong transformasi cara konsumen dan pelaku usaha menemukan, mengambil keputusan, dan melakukan pembayaran, diskusi dalam kegiatan ini menyoroti pentingnya kepercayaan, keamanan, dan kolaborasi untuk menjamin perkembangan dari inovasi bisa berjalan secara aman dan bertanggung jawab.

Forum ini juga menyoroti pergeseran fundamental, di mana AI tidak lagi hanya berperan dalam mendukung pengambilan keputusan, tetapi kini juga mampu mengeksekusi keputusan tersebut secara langsung.

Secara global, agen AI telah berkembang hingga dapat secara otomatis melakukan pemesanan ulang inventaris perusahaan maupun mengatur perjalanan yang kompleks. Dengan kapabilitas ini, pembayaran menjadi semakin terintegrasi langsung pada momen ketika konsumen memiliki niat untuk bertransaksi.

Perkembangan tersebut mentransformasi pengalaman pelanggan tradisional sekaligus mendefinisikan ulang peran bank dan institusi keuangan dari sekadar pemroses transaksi menjadi mitra tepercaya dalam ekosistem perdagangan digital yang semakin otomatis.

|Baca juga: Citi Indonesia Siap Optimalkan 4 Pipeline Bisnis Ini di 2026

|Baca juga: Penyaluran Kredit KB Bank (BBKP) Tumbuh 2,61% Jadi Rp43,19 Triliun di Kuartal I/2026

Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari mengatakan Indonesia saat ini berada pada fase penting dalam perjalanan digitalnya. Melalui forum ini, Visa ingin mempertemukan para pemangku kepentingan untuk bersama-sama memperkuat fondasi sistem keuangan Indonesia, sejalan upaya pemerintah mempercepat digitalisasi.

“Kemajuan yang berkelanjutan berarti memastikan transaksi aman, lancar, dan dapat diakses lebih banyak masyarakat dan pelaku usaha. Sehingga, fondasi sistem keuangan yang kuat akan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memberikan manfaat nyata bagi Indonesia,” ujar Vira, dikutip dari keterangan resminya, Selasa, 5 Mei 2026.

Salah satu tema utama forum ini adalah pembahasan soal perubahan pendekatan industri terkait nilai tambah ke arah model platform dan kolaborasi ekosistem. Berdasarkan pendekatan ini, nilai tambah tidak lagi dibangun dengan produk yang berdiri sendiri, melainkan melalui kerja sama antar pelakuindustri.

“Yang menghubungkan jaringan, data, dan mitra dalam ekosistem terbuka,” ucapnnya.

Futuris Ross Dawson menekankan daya saing industri jasa keuangan di Indonesia akan sangat ditentukan oleh kejelasan peran masing-masing pihak, hubungan yang dilandasi kepercayaan, serta kemampuan menggabungkan keahlian manusia dan pemanfaatan teknologi secara seimbang.

|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Salurkan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun di Kuartal I/2026

|Baca juga: Tumbuh 10%, Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun di 2025

|Baca juga: Bos Citi Indonesia Dukung Rencana OJK Ubah Aturan RBB

Di era pembayaran cerdas, industri berjalan dalam skala dan kompleksitas tingkat tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Forum ini menyoroti bagaimana personalisasi real‑time yang berbasis AI menjadi semakin penting untuk menjaga relevansi bagi pelanggan.

Agentic AI mendorong peningkatan produktivitas melalui otomatisasi proses bisnis yang penuh hambatan dan tantangan seperti area layanan, risiko, dan pembayaran komersial.

Namun, para pembicara juga menegaskan penipuan dan risiko menjadi semakin terorganisasi karena memanfaatkan AI, sehingga keamanan harus beroperasi pada kecepatan mesin di seluruh siklus hidup pembayaran.

Untuk mendukung modernisasi ini, Visa terus memperluas investasinya pada platform cloud‑native, solusi keterlibatan, serta manajemen risiko berbasis intelijen sebagai bagian dari value added services atau layanan nilai tambah untuk membantu klien melakukan skala secara aman.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Hadapi Volatilitas Pasar dan Arus Digitalisasi, Asuransi Dayin Mitra (ASDM) Perkuat Strategi Ini!

Member Login

or