1
1

Hadapi Volatilitas Pasar dan Arus Digitalisasi, Asuransi Dayin Mitra (ASDM) Perkuat Strategi Ini!

Ilustrasi Asuransi Dayin Mitra. | Foto: Asuransi Dayin Mitra

Media Asuransi, JAKARTA – PT Asuransi Dayin Mitra Tbk (ASDM) tengah bersiap menghadapi sejumlah tantangan makro dan transformasi industri pada 2026. Perusahaan asuransi umum ini mengidentifikasi fluktuasi pasar keuangan serta tuntutan digitalisasi sebagai kendala utama yang harus diantisipasi dalam menjaga performa bisnis.

Manajemen mengungkapkan kondisi geopolitik global saat ini turut memberikan pengaruh terhadap risiko usaha perusahaan. Selain itu, ketidakstabilan pasar keuangan yang memicu volatilitas investasi, fluktuasi nilai tukar, dan pergerakan suku bunga menjadi perhatian serius bagi manajemen dalam mengelola aset perusahaan.

|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Salurkan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun di Kuartal I/2026

|Baca juga: Tumbuh 10%, Citi Indonesia Bukukan Laba Bersih Rp2,8 Triliun di 2025

“Industri asuransi mengalami tuntutan digitalisasi seperti polis digital dan otomatisasi klaim untuk meningkatkan kemudahan dalam mengakses produk dan layanan asuransi,” kata manajemen dalam keterbukaan informasi yang dikutip Selasa, 5 Mei 2026.

Guna merespons berbagai kendala tersebut, perusahaan telah menyusun delapan langkah strategis. Salah satu poin krusial adalah penerapan kebijakan underwriting yang selektif dan berhati-hati (prudent) guna meminimalisir risiko klaim yang tidak terduga.

|Baca juga: Penyaluran Kredit KB Bank (BBKP) Tumbuh 2,61% Jadi Rp43,19 Triliun di Kuartal I/2026

|Baca juga: Indofood (INDF) Cetak Penjualan Rp33,89 Triliun di Triwulan I/2026

Perusahaan juga berfokus pada pengembangan produk dengan manfaat yang tepat sasaran bagi nasabah. Manajemen menyatakan komitmennya untuk terus meningkatkan efisiensi operasional di tengah ketidakpastian pasar dengan menerapkan strategi pemasaran yang efektif untuk menjaga efisiensi dan profitabilitas.

Selain fokus pada risiko, emiten berkode saham ASDM ini juga berencana memperkuat brand awareness dan mengoptimalkan berbagai saluran distribusi penjualan. Saluran ini mencakup kerja sama dengan perusahaan pembiayaan, perbankan, agen, hingga broker.

|Baca juga: UUS MSIG Life Resmi Spin Off, Semua Portofolio Dialihkan ke PAS

|Baca juga: Jumlah Investor Naik Saja Tidak Cukup untuk Pendalaman, OJK Soroti Kualitas Pasar Modal

Langkah ini dibarengi dengan pengaturan arus kas dan pengendalian biaya yang ketat. Dari sisi internal, peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) sesuai bidangnya juga menjadi strategi perusahaan.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Tembus Rp17.400 per US$, BI Siaga Penuh di Pasar Demi Jaga Stabilitas Rupiah
Next Post Bos Visa: Indonesia Masuki Fase Penting dalam Perjalanan Digital

Member Login

or