1
1

Fenomena El Nino Godzilla Berpotensi Timbulkan Klaim, Begini Respons Allianz Indonesia

Ilustrasi. | Foto: Allianz Indonesia

Media Asuransi, JAKARTA – Allianz Utama Indonesia terus melakukan pemantauan atau monitoring terkait adanya fenomena El Nino Godzilla di Tanah Air. Hal itu dilakukan agar laju bisnis terutama terkait klaim asuransi bisa terkelola atau terkendali dengan baik serta memitigasi risiko sebaik mungkin.

Head of Commercial Underwriting Allianz Utama Indonesia Datien Widyastuti menegaskan Allianz Indonesia terus memantau potensi risiko yang mungkin terjadi terkait munculnya fenomena El Nino Godzilla di Indonesia. Pasalnya, kondisi itu bisa berdampak terhadap klaim asuransi di lini properti.

|Baca juga: RUPSLB JMA Syariah (JMAS) Rombak Formasi Komisaris dan Direksi, Ini Susunan Barunya!

|Baca juga: BFI Finance (BFIN) Salurkan Pembiayaan Baru Rp5,5 Triliun di Kuartal I/2026

“Termasuk fenomena El Nino Godzilla, yang berpotensi meningkatkan klaim kebakaran pada lini asuransi umum, khususnya properti,” kata Datien, kepada Media Asuransi, dikutip Senin, 4 Mei 2026.

BMKG dan BRIN memperkirakan sejumlah wilayah di Indonesia mengalami fenomena El Nino Godzilla di awal April 2026. Kondisi itu diprediksi menimbulkan risiko terjadinya kekeringan ekstrem yang menimbulkan krisis air bersih, risiko kebakaran hutan/lahan, gagal panen pertanian, serta penurunan kesehatan.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyebutkan OJK memandang fenomena El Nino ekstrem berpotensi meningkatkan risiko pada industri asuransi, khususnya terkait kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, serta gangguan pada sektor pertanian dan kesehatan.

|Baca juga: Bos Citi Indonesia Dukung Rencana OJK Ubah Aturan RBB

|Baca juga: Citi Indonesia Siap Optimalkan 4 Pipeline Bisnis Ini di 2026

“Lini usaha yang terdampak antara lain asuransi properti, kendaraan bermotor terutama risiko kebakaran, pertanian, dan kesehatan, seiring meningkatnya frekuensi dan severity risiko,” kata Ogi.

Meski demikian, Ogi meyakini, industri asuransi telah memiliki mitigasi yang memadai melalui program reasuransi termasuk proteksi katastropik serta pembentukan cadangan teknis. Ia menambahkan penyesuaian tarif premi tetap dilakukan secara terukur sesuai ketentuan yang berlaku dan mempertimbangkan daya beli masyarakat.

Selain itu, masih kata Ogi, OJK juga mendorong penguatan inovasi produk seperti asuransi parametrik serta koordinasi dengan pemangku kepentingan, termasuk Maipark, dalam pemutakhiran peta risiko bencana.

|Baca juga: UUS MSIG Life Resmi Spin Off, Semua Portofolio Dialihkan ke PAS

|Baca juga: Jumlah Investor Naik Saja Tidak Cukup untuk Pendalaman, OJK Soroti Kualitas Pasar Modal

“Secara keseluruhan, industri diharapkan terus memperkuat manajemen risiko dan kesiapan menghadapi potensi peningkatan klaim akibat kondisi iklim ekstrem,” tutupnya.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Bos Visa: Indonesia Masuki Fase Penting dalam Perjalanan Digital
Next Post IHSG Sesi I Positif Didukung Data GDP Indonesia

Member Login

or