Media Asuransi, JAKARTA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) terus mengalami pelemahan. Bahkan, pada perdagangan hari ini mata uang Garuda terpantau menembus level Rp17.436 per US$ di tengah eskalasi ketegangan geopolitik.
Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas Bank Indonesia (BI) Erwin Gunawan Hutapea menegaskan di tengah eskalasi ketegangan geopolitik saat ini BI akan terus hadir di pasar untuk memastikan mekanisme pasar berjalan dengan baik dalam rangka menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.
|Baca juga: Pangsa Pasar Stagnan, BSI (BRIS) Sebut Rendahnya Inklusi Jadi Tantangan Utama Perbankan Syariah
|Baca juga: OCBC (NISP) Akuisisi International Wealth dan Premier Banking Milik HSBC Indonesia
Erwin menyampaikan pergerakan rupiah sejak awal konflik di Timur Tengah hingga saat ini masih sejalan dengan mayoritas mata uang emerging market lainnya. Philippine Peso melemah sebesar 6,58 persen, Thailand Baht melemah 5,04 persen, dan India Rupee melemah 4,32 persen.
“Demikian pula dengan Chile Peso minus 4,24 persen, Indonesia Rupiah melemah 3,65 persen, dan Korea Won melemah 2,29 persen,” kata Erwin, dalam pernyataan resminya, Selasa, 5 Mei 2026.
|Baca juga: AXA Insurance dan AXA XL Hadirkan Art Insurance Berstandar Global untuk Karya Seni Bernilai Tinggi
Ia menambahkan Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian SBN di pasar sekunder.
|Baca juga: IHSG Berpotensi Terkoreksi, BNI Sekuritas Sarankan 6 Saham Berikut
Langkah ini dilakukan secara konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah berlanjutnya tekanan global. “Bank Indonesia terus menegaskan komitmen untuk senantiasa hadir di pasar dan mengambil langkah yang diperlukan secara konsisten dan terukur guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
