1
1

Klaim Asuransi Jiwa dan Kesehatan Tembus Rp148,02 Triliun di Semester I/2026

Ilustrasi. | Foto: Kindel Media via Pexels

Media Asuransi, GLOBAL – Industri asuransi jiwa dan kesehatan Singapura membayarkan klaim dan manfaat lebih dari S$10,6 miliar atau sekitar Rp148,02 triliun kepada individu dan keluarga sepanjang semester I/2026.

Dari total tersebut, pembayaran manfaat polis yang jatuh tempo menjadi kontributor terbesar, yakni mencapai S$8,02 miliar. Nilainya melonjak 50,6 persen secara tahunan dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Melansir laman Insurance Asia, Kamis, 13 Agustus 2026, Life Insurance Association Singapore (LIA Singapore) mencatat pembayaran klaim dari polis jiwa individu mencapai S$1,14 miliar dalam enam bulan pertama 2026. Angka tersebut meningkat 11,1 persen secara tahunan.

Klaim tersebut mencakup perlindungan untuk penyakit kritis, meninggal dunia, serta total permanent disability atau cacat total dan tetap. Sementara itu, pembayaran klaim dari polis kesehatan individu mencapai S$1,45 miliar. Sebagian besar pembayaran tersebut berasal dari Integrated Shield Plans (IPs) dan IP riders.

Pembayaran klaim asuransi kesehatan pada kuartal II/2026 juga meningkat S$22,8 juta dibandingkan dengan kuartal I/2026.

Di sisi lain, tingginya pembayaran manfaat polis yang jatuh tempo menunjukkan dana dari produk asuransi digunakan untuk berbagai kebutuhan keuangan jangka panjang, mulai dari persiapan pensiun, pendidikan anak, hingga kepemilikan rumah.

|Baca juga: Destry Damayanti Jadi Calon Tunggal Gubernur BI, Ekonom Soroti soal Independensi!

|Baca juga: DPR Buka Suara soal Jadwal Fit and Proper Test Destry Damayanti Jadi Calon Gubernur BI

Pertumbuhan pembayaran tersebut terjadi bersamaan dengan meningkatnya permintaan terhadap produk asuransi jiwa baru. Total weighted new business premiums pada semester I/2026 mencapai S$3,63 miliar, naik 21,4 persen dibandingkan dengan S$2,99 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Permintaan paling kuat datang dari produk yang berorientasi pada tabungan jangka panjang dan akumulasi kekayaan, terutama Investment-Linked Policies (ILP) dan participating policies.

Premi bisnis baru tertimbang dari produk ILP naik 24,2 persen secara tahunan dari S$1,28 miliar menjadi S$1,59 miliar. Produk tersebut menyumbang 44 persen dari total weighted new business premiums.

Sementara itu, premi participating policies meningkat 25,4 persen dari S$720 juta menjadi S$903 juta, dengan pangsa 25 persen dari total bisnis baru. Adapun produk non-participating menyumbang 31 persen sisanya.

Presiden LIA Singapore Wong Sze Keed mengatakan pertumbuhan ekonomi Singapura turut meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk mengambil perspektif yang lebih panjang dalam mengelola keuangan.

Ekonomi Singapura tumbuh 6,3 persen secara tahunan pada kuartal I/2026 dan 5,7 persen pada kuartal II/2026. Menurut Wong, kondisi ekonomi tersebut tercermin dari pertumbuhan permintaan terhadap produk investment-linked dan participating.

Editor: Angga Bratadharma

| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Related Posts
Prev Post Allianz Life Luncurkan HealthCover Prime, Manfaat Pertanggungan Penyakit Kritis Capai 635%

Member Login

or