Media Asuransi, JAKARTA – Citi Indonesia merespons positif pencalonan Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Bank asal Amerika Serikat itu berharap pergantian pimpinan BI nantinya tetap menjaga kesinambungan kebijakan, terutama dalam menopang likuiditas dan pertumbuhan kredit perbankan.
CEO Citi Indonesia Batara Sianturi mengatakan Citi mendukung pencalonan Destry sebagai Gubernur BI. Menurutnya, kesinambungan kebijakan menjadi hal penting bagi industri perbankan di tengah tantangan ekonomi global.
“Jadi kalau harapan daripada Citi mengenai pencalonan daripada Ibu Destry Damayanti sebagai calon gubernur baru, ya kita mendukung kebijakan pemerintah,” kata Batara dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026.
Batara menilai sejumlah kebijakan yang telah dikeluarkan BI menunjukkan adanya terobosan dalam menjaga stabilitas sektor keuangan, salah satunya melalui kebijakan di pasar valuta asing (valas).
|Baca juga: Industri Asuransi Wajib Waspada, Dampak Gempa dan Tsunami Bisa Bikin Biaya Recovery Membengkak!
|Baca juga: Bank Mega Syariah Sebut Pembiayaan Emas Kian Diminati Masyarakat
“Dan kemarin juga kita sudah dengar di Rapat Dewan Gubernur ya banyak sekali terobosan-terobosan baru untuk stabilitas valas di mana diumumkan ada concessionary swap ya untuk yang termasuk diekspansi lagi untuk FDI dan juga untuk peminjaman luar negeri,” ujar Batara.
Selain itu, Citi menyambut baik kebijakan BI terkait sistem pembayaran, termasuk Kartu Kredit Indonesia dan QRIS. Menurut Batara, berbagai kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga momentum ekonomi.
“Jadi terobosan itu kami sambut dengan baik. Juga ada terobosan juga diumumkan tentang melalui Kartu Kredit Indonesia dan juga QRIS,” katanya.
Dari sisi perbankan, Batara berharap, kebijakan BI ke depan tetap mampu menjaga likuiditas sekaligus mendorong penyaluran kredit. Ia menyoroti keberlanjutan insentif Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) untuk mendukung pertumbuhan kredit.
“Jadi overall kita melihat bahwa in terms of penjagaan likuiditas juga, KLM juga kemarin juga diumumkan ya, ada beberapa hal-hal yang supaya insentif KLM ini tetap terjaga dan juga untuk supaya pertumbuhan kredit yang sekitar 13 persen kemarin diumumkan juga terus berkesinambungan,” ujar dia.
Batara menegaskan Citi berharap tidak terjadi perubahan arah kebijakan yang terlalu drastis setelah pergantian Gubernur BI. Koordinasi antara kebijakan moneter dan fiskal dinilai penting untuk menghadapi kondisi global yang masih penuh tantangan.
“Jadi we see a continuity of policy dan kita melihat bahwa dalam baik moneter maupun juga kerja sama dengan fiskal harapan kami ya supaya ke depan ini makin lebih baik lagi as the world is becoming challenging,” pungkasnya.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

