Media Asuransi, MAKASSAR – Sebanyak kurang lebih 500 peserta memadati Auditorium Prof. A. Amiruddin, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Rabu, 17 Juni 2026, dalam seminar edukasi keuangan yang diselenggarakan oleh Persatuan Aktuaris Indonesia (PAI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Unhas.
Seminar dibagi dalam dua sesi, yaitu Cerdas Keuangan dan Waspada Aktivitas Keuangan Ilegal serta Siapa yang Menjamin Dana Pensiun Tetap Aman di Masa Depan.
Ketua PAI Paul Setio Kartono dalam sambutannya menegaskan profesi aktuaris kian relevan di era modern karena memadukan ilmu matematika, ekonomi, statistik, hingga kecerdasan buatan.
“Kami adalah profesi keuangan yang tujuannya adalah mengelola risiko, baik risiko perusahaan maupun risiko individual. Dan ini adalah sebuah profesi masa depan,” kata Paul dalam acara tersebut.
Antusiasme peserta di Makassar disebut melampaui penyelenggaraan sebelumnya. Pada acara puncak Indonesian Actuaries Summit 2026 yang berlangsung di Hotel Gammara Makassar, 18-20 Juni 2026, panitia mencatat 400 peserta luring dan 150 peserta daring telah terdaftar.
“Ini kita di daerah yang paling jauh dari Jakarta. Jadi di 2025 kemarin, kita mengadakan acara di Bangka, dan kemudian tahun ini kita di Makassar, ini adalah yang paling jauh dan dengan peserta terbanyak,” ujar Paul.
|Baca juga: Profil Jeffrey Woo, Bos Baru FWD Insurance Indonesia
|Baca juga: OJK Beberkan Biang Kerok ROI Dana Pensiun Tergerus di Awal 2026
|Baca juga: Ekonom DBS Bongkar Alasan BI Bikin Kejutan Naikkan Suku Bunga di Luar Jadwal
Ia juga menyinggung pentingnya literasi keuangan di tengah perubahan sistem pembayaran yang terus berkembang. “Literasi ini sangat penting, baik buat mahasiswa maupun untuk umum, karena sistem pembayaran dan lain sebagainya itu berubah,” tegasnya.
Seminar tersebut juga menjadi momentum penandatanganan kerja sama antara PAI dan Unhas sebagai upaya memperkuat kolaborasi dalam pengembangan pendidikan aktuaria dan peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Sesudah acara ini kita akan menandatangani perjanjian antara PAI dengan Universitas Hasanuddin,” ungkap Paul Setio.
Di sisi lain, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unhas Muhammad Zakir menyambut baik kerja sama tersebut. Program Studi Aktuaria yang ia pimpin berdiri pada 15 Juli 2019 dan akan memasuki usia ketujuh bulan depan.
Zakir mengatakan sejak awal pihaknya menargetkan lulusan Program Studi Aktuaria siap memasuki dunia kerja bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan dan memperoleh ijazah. Menurutnya, target tersebut telah menjadi komitmen yang disampaikan sejak program studi itu didirikan.
“Janji saya cukup fantastis waktu mendaftarkan aktuaria. Pokoknya sebelum selesai, kamu bisa kerja,” ujarnya.
Namun, ia mengakui proses memperoleh sertifikasi aktuaris tidak mudah. Karena itu, ia menilai, kerja sama dengan PAI menjadi penting untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa dan calon aktuaris.
“Tidak gampang juga orang mendapatkan sertifikat aktuaris itu, sehingga saya kira perlu kerja sama yang baik dengan profesi,” pungkas Zakir.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

