Media Asuransi, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku terus mencermati kemungkinan adanya peningkatan kebutuhan perlindungan selama periode mudik Lebaran, khususnya pada asuransi perjalanan yang merupakan bagian dari lini usaha kecelakaan diri dan aneka.
Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menyatakan kondisi peningkatan pada lini usaha asuransi tersebut diperkirakan mulai terefleksi pada data kinerja industri asuransi.
“Khususnya pada lini usaha terkait dalam publikasi data Maret yang akan dirilis pada periode mendatang,” kata Ogi, dikutip dari jawaban tertulisnya, Jumat, 17 April 2026.
|Baca juga: Risiko Gagal Bayar Meningkat, Konflik Timur Tengah Tekan Industri Asuransi Kredit
|Baca juga: Allianz Indonesia: Kenaikan Biaya Medis Jadi Perhatian Besar bagi Masyarakat
|Baca juga: UMKM Kuasai Ekonomi, tapi Akses Pembiayaan Masih Seret? OJK Bongkar Fakta Ini!
Sebelumnya, Direktur & Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia Ignatius Hendrawan menjelaskan, perencanaan perjalanan yang baik menjadi salah satu kunci agar perjalanan mudik tetap aman dan nyaman. Meski berbagai persiapan telah dilakukan, namun risiko perjalanan tetap dapat terjadi.
Hal itu mulai dari keterlambatan keberangkatan, kendala di perjalanan seperti kecelakaan atau kerusakan kendaraan, hingga kondisi darurat medis yang tidak terduga. Karena itu, lanjutnya, selain mempersiapkan perjalanan dengan baik, pemudik juga dapat mempertimbangkan perlindungan tambahan agar perjalanan terasa lebih tenang.
Menurutnya perlindungan berupa asuransi dapat membantu memberikan rasa aman tambahan ketika risiko tak terduga terjadi selama perjalanan. “Dengan adanya perlindungan yang tepat, masyarakat dapat lebih fokus menikmati momen mudik dan berkumpul bersama keluarga tanpa rasa khawatir,” ujarnya.
Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pialang Asuransi dan Reasuransi Indonesia (APPARINDO) Yulius Bhayangkara mengatakan peningkatan aktivitas selama Ramadan dan Lebaran memicu munculnya berbagai risiko yang perlu diantisipasi.
|Baca juga: Potensi Asuransi Hewan Peliharaan Masih Besar, OJK Dorong Inovasi Produk
|Baca juga: Prudential Indonesia Susun Strategi Kejar Pertumbuhan Premi Lewat Keagenan dan Bancassurance
|Baca juga: Prudential Indonesia Optimalkan AI dan Digitalisasi untuk Manjakan Nasabah
“Momentum Ramadan dan Idulfitri memang meningkatkan kebutuhan proteksi di beberapa area risiko tertentu, terutama yang berkaitan dengan peningkatan aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat,” kata Yulius.
Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) mengungkapkan momentum mudik Lebaran 2026 diperkirakan memberikan sentimen positif bagi industri asuransi. Kondisi itu seiring tingginya mobilitas masyarakat selama periode tersebut.
Ketua Umum AAUI Budi Herawan menyampaikan potensi pertumbuhan industri asuransi tetap terbuka lebar pada musim mudik tahun ini. Hal itu sejalan dengan proyeksi tingginya pergerakan masyarakat selama Lebaran.
Berdasarkan perkiraan dari Kementerian Perhubungan, pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 mencapai sekitar 143,9 juta orang. Angka tersebut sedikit di bawah survei 2025 yang sebesar 146 juta orang.
“Namun, pemerintah juga mencatat realisasi mudik 2025 justru mencapai sekitar 154 juta orang, sehingga potensi mobilitas aktual tetap besar,” pungkas Budi.
Editor: Angga Bratadharma
| Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
